Dinas Pendidikan Membramo Raya Klarifikasi Gaji Tak Dibayarkan

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Benediktus Amoiye mengklarifikasi pemberitaan di media massa, Rabu (7/8/2019), yang menyebutkan gaji 13 dan gaji 14 sejumlah guru SD,SMP dan SMA di wilayah itu tidak dibayarkan sehingga mereka mogok mengajar.

Menurut Benediktus, berita itu keliru sehingga harus diklarifikasi. Pihaknya sedang mendata jumlah guru dan pegawai di daerah tersebut. Ini membutuhkan proses panjang agar tidak keliru.

“Gaji bulan Juni guru-guru kita 385 dan 380 yang sudah dibayarkan, sedangkan 5 orang tidak dibayarkan,” katanya saat di temui Kota Jayapura, Kamis (8/8/2019).

Ia melanjutkan, jumlah guru dan pegawai pada bulan Juli adalah 385 orang dan 275 orang sudah dibayarkan, sedangkan 110 orang belum dibayarkan. Dia bahkan mempertanyakan data pihak yang menuding Dinas Pendidikan Mambra.

“Apakah mereka punya data atau tidak? Kami yang punya data. Jangan sampai orang datang lalu terima itu dan telan mentah-mentah (tanpa konfirmasi). Sebenarnya gaji yang mereka terima itu uang apa?” katanya.

Bulan Juni gaji 13 yang belum dibayar sejumlah Rp 32 juta lebih, dan gaji 14 dari 90 orang sebesar Rp 327 juta lebih, dan gaji 13 yaitu 746 juta lebih, sedangkan anggaran kami 1,2 miliar.

Dia menduga oknum yang belum menerima pembayaran itu menghasut dan demo.

Benediktus berharap agar ke depannya media harus mengkonfirmsi baik informasi tersebut agar tidak keliru.

“Tidak semua guru yang (gajinya) tidak dibayarkan,” ujarnya.

Menurut dia bupati sudah menemukan oknum tersebut dan Pemerintah siap membayarkan gaji yang tersisa. Dinas pun menurutinya untuk membayarkan gaji.

Namun demikian, dinas harus memastikan dengan mendata siapa-siapa yang gajinya belum dibayarkan.

“Guru-guru ini kan tidak tinggal di tempat tugas. Nanti kalo terima gaji baru baku kontak,” katanya.

Dia mendesak Polda Papua untuk menangkap pelaku penghasutan. Soal bayar (gaji) kami sudah siap, tapi ini bukan proses mudah. Pihaknya masih fokus membayar dana untuk mahasiswa. (Surya)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!