Masyarakat Demak Harapkan Suasana Kondusif

MENARAnews, Demak – Menghadapi sidang perdana yang di gelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 14 Juni 2019 mendatang, warga masyarakat Demak meminta agar masyarakat di berbagai daerah dapat menahan diri untuk tidak menggelar aksi-aksi yang dapat mengganggu kestabilan keamanan.

Seperti yang di ungkapkan Ahmadi (45), seorang tukang becak, warga Dukuh Kauman, Kelurahan Sukodono, Kecamatan Bonang, Demak. Ia mengecam aksi kerusuhan dan kekerasan yang terjadi pada 22 Mei di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia.

“Mari saling menghormati dan menghargai. Hidup indah jika kita guyub, rukun serta menjaga toleransi,” ungkapnya.

Hal senada juga di katakan Islahul Abdi (31), security Masjid Agung Demak, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, Demak. Ia meminta agar masyarakat Demak khususnya dapat menjaga kerukunan yang sudah terjaga dengan baik serta dapat menahan diri dalam menghadap tahapan proses sengketa Pilpres 2019.

“Hormati segala keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Mari ciptakan situasi kondusif dengan menahan diri dari segala bentuk informasi yang dapat memecah belah bangsa,” Kata Abdi.

Begitu juga para pedagang di pasar Bintoro Demak, Sakinah (41) sangat menghimbau agar masyarakat kondusif sehingga harga – harga stabil dan perekonomian dapat berjalan.

“Yang paling dirugikan kalau ada ricuh itu siapa? Ya kami ini masyarakat pedagang, mereka bikin rusuh lalu ekonomi jadi terkena imbasnya, jadi saya harapkan suasana aman tentram,” pungkasnya. (NSN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!