Masyarakat Adat Tabi Tolak Wacana Perubahan nama Bandara Sentani, Stadion Papua Bangkit dan Jembatan Merah Putih

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Lembaga Masyarakat Adat Tanah Tabi menolak dengan tegas pemberian nama fasilitas umum yang tidak sesuai dengan nilai budaya Tabi.

Wacana perubahan nama Bandara Sentani, Nama Stadion di Kampung Harapan dan nama jembatan Merah Holthekam di nilai oleh Lembaga Masyarakat adat Tabi sangat keliru dalam pemberian nama-nama dimaksud karna bertentangan dengan nilai-nilai leluhur buadaya setempat.

“Kami Lembaga Masyarakat Tanah Tabi menolak dengan tegas dalam penetapan atau pemberian nama pada sebuah monumen-monumen bersejarah, “kata Ketua lembaga masyarakat adat Tabi bersatu, Ramses Ohee, dalam keterangan persnya, Jumat (28/6/2019).

Dikatakan, Seluruh Masyarakat Adat Tanah Tabi menolak dengan tegas pemberian nama yang tidak sesuai dengan nilai budaya Tanah Tabi dan juga pemberian nama-nama yang muncul tidak memberikan pelestarian sejarah peninggalan-peninggalan pejuang-pejuang papua yang berasal dari tanah Tabi untuk republik Indonesia.

“Kepada DPR Papua agar dapat kembali meninjau ulang sebelum mengusulkan ke Pemerintah pusat untuk mensahkan atau membuat SK Surat Kepetusan mengenai pemberian Nama pada sebuah tempat yang berdomisili di tanah Tabi, dan juga kami mengharapakan kepada Pemerintah daerah untuk memberikan ruangan sebesar-besarnya bagi masyarakatTabi untuk duduk dan merumuskan dan memutuskan kelayakan dari penggunaan nama dimaksud,”Katanya.

Kami Lembaga Masyarakat Adat Tanah Tabi mengharapankan kepada seluruh warga bangsa negara Indonesia yang mendiami Tanah ini harus memahami, dan dapat menghargai Adat istiadat yang berlaku di negri kita Tanah Papua lebi khusus Tanah Tabi. (Surya)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!