BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan 24 Juta Rupiah Kepada Ahli Waris KPPS Demak Yang Meninggal

MENARAnews, Demak – Ahli waris lima orang anggota KPPS di Demak yang meninggal, akhirnya mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan di kantor KPU Kabupaten Demak, Selasa (11/6/2019).

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan anggota BPJS Ketenagakerjaan dan komisioner KPU kepada lima orang ahli waris yang ditinggalkan dengan nilai 24 juta per orang.

Sekretaris KPU Kabupaten Demak, Murtiningsih, mengatakan KPU Kabupaten Demak telah mendaftarkan PPK, KPPS, dan Linmas sekabupaten Demak untuk ikut serta dalam BPJS Ketenagakerjaan mengingat beban kerja mereka yang cukup berat.

“Keikutsertaan mereka ke dalam BPJS Ketenagakerjaan turut membantu petugas pemilu yang terkena musibah. Hanya Rp 5960 dapat membantu ahli waris untuk meringankan beban hidup keluarga,” ucapnya.

Kelima anggota KPPS yang meninggal dunia dan mendapatkan bantuan yaitu M. Sofiyul Fuad, Mat Sapuan, Kumaidi, Daryanto, dan Sutrisno.

Dari 14 kecamatan yang ada di Demak, Murtiningsih melanjutkan, hanya ada 12 kecamatan yang ikut serta dalam iuran BPJS. Sehingga, hanya petugas pemilu yang terdaftar yang bisa mendapatkan santunan.

Hal senada juga disampaikan , account representatif khusus BPJS Ketenagakerjaan, Nabila Maida, yang pada kesempatan tersebut turut berbelasungkawa atas meninggalnya pahlawan demokrasi dalam mengemban tugas pada pemilu 2019.

Menurutnya keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan dua manfaat yaitu jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

“Petugas KPPS yang meninggal dunia total delapan orang, tujuh orang sudah tercover semua. Sedangkan satu orang tidak terdaftar sehingga tidak bisa mendapatkan santunan,” paparnya.

Menurutnya, program santunan ini sudah kewajiban BPJS Ketenagakerjaan walaupun peserta hanya membayar satu kali karena program negara yang tidak mencari keuntungan.

“Jika bapak ibu sudah terdaftar dalam keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan, maka hak bapak ibu akan ikut berjalan,” terangnya.

Sebelumnya, dua anggota KPPS yang meninggal dunia, Subagiyo dan masAli, telah menerima santunan pada 25 April 2019 yang lalu.

Sementara itu, santunan untuk lima anggota KPPS lainnya baru diserahkan hari ini karena berkas-berkasnya belum lengkap maka belum bisa cair sehingga harus melengkapi syarat-syaratnya agar bisa cair.

“Maksimal Minggu depan atau Selasa depan sudah cair atau sudah ditransfer ke rekening ahli waris pertama, istri almarhum, masing – masing sebesar Rp 24 juta,” jelasnya.

Walaupun santunan yang diberikan tidak bisa menggantikan yang telah tiada, semoga santunan bisa menjadi modal bagi ahli waris yang saat ini menggantikan almarhum menjadi kepala rumah tangga.

Suprihati (49), Istri Sutrisno, ketua KPPS TPS 4 desa Sedu, Kecamatan Demak, mengucapkan terimakasih dan terharu atas bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan dan KPU Demak yang telah membantu meringankan beban keluarganya.

“Bapak Sutrisno merupakan bapak yang tangguh dan sabar. Setiap harinya bekerja sebagai guru SMP di Mijen,” ucap istri Sutrisno ini.

Dia bercerita jika suaminya meninggal dunia akibat kecapekan berjaga di TPS pada Rabu 17 April 2019 hingga jam 2 pagi, padahal suaminya sudah memiliki riwayat penyakit jantung.

“Bapak kecapekan terus ngedrop dan bawa RS Kariyadi hari Senin, 22 April 2019 dan meninggal seminggu kemudian pada Senin, 29 April 2019,” ungkapnya.

Dalam pemilu 2019 ini hanya di Jawa Tengah hanya KPU Kabupaten Demak yang berinisiatif mendaftarkan petugas pemilu untuk ikut serta dalam BPJS Ketenagakerjaan, dan KPU RI sangat mengapresiasi hal tersebut. (NSN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!