Tingkat Partisipasi Pemilih di Pandeglang Kembali Meleset

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Pandeglang tercatat hanya 76 persen dari 930.761 pemilih. Artinya hanya 780.692 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Angka ini meleset dari target yang sebelumnya ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 77.5 persen.

Melesetnya target ini merupakan yang kesekian kalinya. Karena dalam beberapa kali hajat pesta demokrasi di Pandeglang, minat keterlibatan masyarakat untuk mendatangi TPS belum sesuai harapan.

Pada Pemilu tahun 2014, angka partisipasi menyentuh diangka 70 persen saat Pileg. Namun memasuki tahapan Pilpres, angkanya merosot menjadi 66 persen. Bahkan dua kali Pemilu Kepala Daerah, presentasenya kembali menurun drastis.

Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, partisipasi pemilih hanya 56 persen. Sedangkan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2017 lalu, pemilih di Pandeglang semakin apatis karena cuma menyentuh diangka 58 persen.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai menyadari bahwa target partisipasi pemilih kali ini kembali meleset. Namum begitu menurut Sujai, angka 76 persen tidak buruk dan masih mendekati target sasaran. Apalagi bila dibandingkan dengan beberapa Pemilu sebelumnya.

“Angka partisipasi memang di bawah target, karena hanya 76 persen. 1 persen di bawah target. Artinya tidak begitu jauh meleset. Dibanding dengan Pemilu sebelumnya malah lebih baik. Artinya target kita 77.5 persen paling tidak sudah 99 persen tercapai,” kata Sujai, Kamis (9/5/2019).

Baginya, ini merupakan keberhasilan KPU dalam menyampaikan informasi secara masif hingga akhirnya masyarakat jadi lebih tahu akan adanya pesta demokrasi. Sujai menerangkan, meningkatnya partisipasi pemilih tahun ini juga terlihat dari sejumlah indikator.

“Meningkatnya partisipasi ini indikatornya salah satunya diukur dari masalah persoalan kualitas peserta Pemilu. Lalu dalam Pemilu ini ada harapan besar dalam masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, penyelenggara tidak ingin jumawa. Karena meski target hampir mendekati sasaran, namun tetap saja harus dijadikan bahan evaluasia. Mengingat tidak lama lagi, Pandeglang akan kembali menggelar hajat pesta demokrasi berupa pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020.

“Tentunya ketika tidak tercapai kaitan dengan target, ini suatu hal yang harus diakui untuk dilakukan bahan evaluasi kedepan, apalagi Pandeglang akan melangsungkan Pilkada,” tutupnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!