PMI Bangun 47 Fasilitas Jamban Didua Lokasi Huntara

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang telah merampungkan pembangunan 47 latrine atau jamban di lokasi Hunian Sementara (Huntara) korban tsunami Selat Sunda. 47 pintu jamban itu dibangun di Kecamatan Labuan dan Sumur.

Wakil Koordinator Lapangan (Korlap) program recovery pada PMI Pandeglang, Herdiyansyah menyebutkan, 47 latrine itu tersebar di Huntara Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan sebanyak 19 pintu, di Huntara Pasir Malang, Desa Kerta Jaya, Kecamatan Sumur sebanyak 20 pintu dan ditambah 1 titik Pengeboran.

“Lalu Huntara di Palingping, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur 4 pintu, dan Huntara Paniis, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur sebanyak 4 pintu,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Herdi mengungkapkan, kemungkinan besar jumlah pembangunan jamban itu bakal bertambah. Mengingat sampai saat ini permohonan dari Kecamatan Labuan masih mengalir.

“Permintaan bantuan itu masih berupa pembangunan MCK dan pengeboran di Huntara Cicadas, Desa Teluk, Kecamatan Labuan,” terang Herdi.

Selain membangun puluhan jamban, lanjut Herdi, PMI juga masih memfokuskan 6 layanan yang meliputi, pelayanan Water Sanitasi Higiene (WASH), Kesehatan, Bantuan Ekonomi Berupa Cash Tranfer Program (CTP) dan Livelihood, Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Psikososial Support Program (PSP), dan Comunity Engagement Accountability (CEA).

“Itulah yang hingga saat ini masih kami lakukan di kawasan yang terdampak tsunami. Untuk anggaran program recovery ini sepenuhnya di support oleh International Federation Red Cross (IFRC)/Palang Merah Internasional, Denmark Red Cross, PMI Pusat, dan PMI Provinsi Banten,” jelas Herdi.

Ketua PMI Pandeglang, Gunawan menambahkan, untuk memaksimalkan pelayanan selain pembangunan latrine, pihaknya telah membentuk kelompok Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Sibat dibentuk agar masyarakat benar-benar terlatih dan siap siaga ketika bencana terjadi.

“Saat ini PMI sudah membentuk Sibat di 6 desa yakni, Desa Cigondang Kecamatan Labuan, Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi, Desa Tanjung Kecamatan Panimbang, Desa Banyuasih Kecamatan Cigeulis, Desa Tangkilsari Kecamatan Cimanggu, dan Desa Sumber Jaya Kecamatan Sumur. Masing-masing desa dibentuk 20 anggota kelompok Sibat,” bebernya.

Begitu pun dibidang ekonomi. PMI tetap ikut andil melakukan pemulihan dengan cara menggelontorkan program bantuan Cash Transfer Program dan Livelihood.

“Skema pemberian bantuan diberikan atas dasar wawancara dan input data melalui sistem aplikasi ODK (Open Data Kit) collect, FGD dengan Stake Holder, Assesment dan Survei Pasar, Sosialisasi sistem kepada calon penerima, dan pendistribusian,” ungkapnya.

Untuk program pelayanan kesehatan dan PSP, sementara ini PMI fokus kepada masyarakat yang berada di Huntara baik yang di Huntara Pasir Malang ataupun huntara Citanggok.

“Tentunya semoga apa yang telah PMI berikan dapat sedikit meringankan beban bagi para penyintas bencana tsunami Selat Sunda,” pungkasnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!