GEMASPI DESAK DPR RI BENTUK TIM PENCARI FAKTA KECURANGAN PEMILU 2019  

Menaranews, DKI Jakarta – Gerakan Mahasiswa Santri dan Pemuda Indonesia (GEMASPI) melakukan aksi demonstrasi terkait problematika kontestasi politik dan pemilu tahun 2019, Jum’at (17/05/2019) di depan gedung DPR-RI.

Aksi yang di ikuti sejumlah ratusan massa tersebut menuntut pihak DPR-RI selaku wakil rakyat untuk tak lagi berdiam diri terkait polemik memanasnya suhu politik pada pesta demokrasi tahun 2019 ini.
Koordinator aksi, Husnul jamil dalam orasinya mengatakan, kehadiran pihaknya ke DPR-RI sebagai bentuk protes mahasiswa dan santri serta pemuda indonesia terhadap kegagalan KPU RI dalam menyelenggara pemilu saat ini.

“kami mahasiswa, santri dan pemuda indonesia harus hadir di tengah iklim politik yang semakin memanas. Politik adu domba menjadi senjata bagi para elit dalam membangun opini yang bersifat agitasi dan propaganda. Oleh sebab itu, Kami dari GEMASPI menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan diam, 1 di bungkam maka 1000 akan melawan. Kami hadir untuk mempertanyakan kedaulatan bangsa kepada Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia yang merupakan representatif serta manifestasi atas kekuasaan rakyat kepada negara. Kedaulatan kita di ambang kehancuran, seharusnya pemilu menjadi langkah awal dalam menyusun visi misi serta strategi pambangunan bangsa malah menjadi tragedi sesama anak bangsa”, Ungkapnya.

Bedasarkan perihal tersebut, mereka mendesak DPR RI/MPR RI Segera membentuk Pansus Tim Pencari Fakta kecurangan pemilu tahun 2019, apabila Pansus tidak terbentuk, maka GEMASPI tetap menolak hasil pemilu 2019. BAWASLU RI sebagai pengawasan pemilu juga harus bersikap dan berani mengambil keputusan serta mendiskualifikasi paslon yang telah melakukan kecurangan.

Selanjutnya, Kematian anggota KPPS menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat kita, kematian yang terstruktur, sistematis dan massal menjadi tragedi dalam penyelenggara pemilu tahun 2019. Pemerintah seharusnya tidak hanya memberikan santunan kematian terhadap pejuang demokrasi, namun dalang di balik kematian tersebut harus di ungkap secara lugas di hadapan publik.

“dari data kemenkes yang kami terima, sebanyak 527 orang meninggal dunia atas penyelenggara pemilu merupakan tragedi kemanusiaan. Oleh sebab itu, kami mahasiswa, santri dan pemuda Indonesia yang terhimpun dalan aliansi Gerakan Mahasiswa, Santri dan Pemuda Indonesia (GEMASPI) Menggugat yang diantaranya; Mendesak DPR/MPR RI membentuk PANSUS Tim Pencari Fakta kecurangan pemilu 2019,Mengusut Tuntas Kematian Anggota KPPS di Seluruh Indonesia, Menolak Hasil Pemilu 2019, KPU RI dan Bawaslu RI Harus Bertanggung Jawab Atas Kegagalan Sistem dan Mekanisme Pemilu 2019, Mendesak BAWASLU RI Untuk Mendiskualifikasi Paslon Yang Melakukan Kecurangan,” Sebut Husnul.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak kepada DPR RI/MPR RI dan BAWASLU RI Agar segera secepatnya membentuk Pansus Tim Pencari Fakta dan mengungkap dalang di balik kematian tersebut.

“apabila tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami meminta kepada seluruh rakyat indonesia untuk bangkit melawan,” Tegasnya.

Adapun massa aksi yang tergabung  dalam GEMASPI merupakan komponen dari kumpulan mahasiswa, santri, pemuda dan rakyat diwilayah Jabotabeka Banten. Aksi yang berlangsung selama kurang lebih lima jam tersebut berakhir dengan kericuhan dan diwarnai tindakan insiden pemukulan salah satu Mahasiswa Oleh oknum Aparat Kepolisian. (RF)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!