LMA Papua Dilibatkan Jaga Keamanan Pilpres 2019

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Para tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua dari lima wilayah adat di Provinsi Papua hari ini berkumpul di Abepura Jayapura.

Berkumpulnya para tokoh adat ini menyusul pihak Staf Khusus Presiden meminta keterlibatan para tokoh tersebut dalam suksesi Pilpres 2019.

Para tokoh adat ini dikumpulkan dalam acara Fokus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel kenamaan di Distrik Abepura Jayapura. Hadir dalam acara tersebut, Staf Khusus Presiden Jokowi yang hadir yakni Lenis Kogoya dan Felix Wanggai, serta dihadiri pula pihak Bappenas RI.

FGD bertajuk Pendekatan Keamanan Papua Melalui Peran Serta Masyarakat Adat ini turut menghadirkan Kapolda Papua dan Perwakilan Kodam XVII/ Cenderawasih.

Lenis Kogoya kepada awak media mengutarakan beberapa tujuan diselenggarakannya FGD tersebut.

“Jadi lembaga adat dan pemuda adat punya tanggung jawab untuk keamanan masing – masing Kabupaten saat Pilpres mendatang,”kata Lenis.

Dijelaskan, peran lembaga adat sangat penting dalam semua hal kaitannya dengan warganya, termasuk keamanan dan kedamaian. Adat dikatakan Lenis, telah memiliki Perdasus yang mengatur legalitas lembaga ini. Dan memiliki alokasi anggaran tersendiri yang diambilkan dari dana Otsus Papua.

“Menyangkut anggarannya, ada dalam perdasus, besaran keseluruhan 6 persen. Dana itu dibagi lagi, 2 persen untuk tokoh perempuan, 2 persen untuk agama dan 2 persen lagi untuk lembaga masyarakat adat itu,”jelasnya.

Maka, kata Lenis, jika lembaga masyarakat adat itu dilibatkan untuk mempergunakan anggaran yang sudah di tuangkan dalam Perdasus dan dilaksanakan dengan regulasi yang baik maka di situlah Lembaga adat akan eksis kembali.

“Rekomendasikan masyarakat adat, anggaran itu harus di transfer langsung ke rekening lembaga masyarakat adat dari Kementrian. karena sudah dituangkan dalam Perdasus yang berbunyi bahwa lembaga masyarakat adat itu punya anggaran 2 persen itu,”jelasnya.

Lenis menegaskan jika dari alokasi anggaran 2 persen tersebut juga, nantinya akan diambil untuk menyiapkan Polisi Adat. Polisi adat dimaksudkan untuk menyiapkan putra/putri Papua sebelum mendaftarkan diri ke TNI/Polri.

“Dilatih dulu di adat. Polisi adat itu kita ambil yang muda- muda yang baru lulus SMA yang mau jadi TNI/Polri. Nanti kita siapkan di situ, jadi lembaga adat yang rekrut dulu baru di rekomendasikan masuk polisi ataupun TNI,”katanya.

Kegiatan FGD tersebut masih akan berlangsung hingga esok hari. Penutupan kegiatan akan disertai rangkuman yang menjadi rekomendasi pemerintah. (Surya)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!