KPU Pandeglang Klaim Mampu Capai Target Pastisipasi Nasional

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang dihantui soal rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara. Karena dalam beberapa kali hajat pesta demokrasi, angka partisipasi pemilih di Pandeglang tidak pernah melebihi di atas 70 persen.

Pada Pemilu tahun 2014, angka partisipasi menyentuh diangka 70 persen saat Pileg. Namun memasuki tahapan Pilpres, angkanya merosot menjadi 66 persen. Bahkan dua kali Pemilu Kepala Daerah, presentasenya kembali menurun drastis.

Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, partisipasi pemilih hanya 56 persen. Sedangkan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2017 lalu, pemilih di Pandeglang semakin apatis karena cuma menyentuh ditingkat 58 persen.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengakui bahwa persoalan partisipasi menjadi tugas besar penyelenggara Pemilu. Namun begitu, Sujai meyakini bahwa target partisipasi sebesar 77,5 persen akan terlampaui.

“Kenapa saya yakin tahun ini tingkat partisipasi bisa melampaui 77,5 persen, karena banyak yang bergerak untuk memberi informasi kepada masyarakat. Terlepas calon bagian dari Pemilu Parpol, atau misalkan pada peserta lainnya yang terus memberi keyakinan kepada voter,” katanya usai kegiatan FGD disalah satu hotel di Pandeglang, (11/4/2019).

Dari para Caleg misalnya, di Pandeglang terdaftar 600-an Caleg yang terbagi dalam 6 Dapil. Jumlah itu lebih besar dibandingkan jumlah desa di Pandeglang yang hanya 326 desa dan 13 kelurahan.

“Apalagi jika dilihat ditingkat desa, caleg tingkat kabupaten lebih dari 600 orang, artinya ketika saat dibagi jumlah desa di Pandeglang kan hanya 326 dan 13 kelurahan, dari situ kita bisa lihat bahwa masyarakat itu sekarang sudah banyak yang mengetahui informasi kaitan dengan Pemilu,” terangnya.

Sujai menerangkan, besarnya jumlah Caleg itu diyakini akan meningkatkan pemilih kali ini. Soalnya setiap Caleg juga pasti akan menyampaikan soal Pemilu 2019.

“Mereka juga pasti bergerak menginformasikan diri sebagai peserta pemilu. Ditambah dengan penyelenggara yang terus menyampikan informasi kaitan dengan hari pencoblosan,” imbuhnya.

Bukan cuma itu, tingginya animo pemilih yang mengajukan pindah lokasi mencoblos, mengindikasikan minat kuat mereka untuk menyalurkan hak politiknya di TPS nanti.

“Jadi Pemilu kali ini berbeda dengan Pilbup atau Pilgub. Hal itu lah yang menjad alasan kuat kami bahwa angka partisipasi yang sudah ditargetkan dapat tercapai,” tutupnya yakin. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!