Warga di Himbau Untuk Berpartisipasi Dalam Pekan Imunisasi di Papua

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Warga di Provinsi Papua diminta turut berpartisipasi dalam Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang digelar mulai 18 Maret 2019 mendatang.

Ajakan ini dilakukan menyusul masih adanya pemahaman masyarakat Papua yang keliru akan adanya imunisasi.

“Imunisasi ini sangat penting untuk kekebalan anak. Semisal Polio, ini jika anak tidak diberikan kekebalan melalui vaksin, maka dia terancam terinveksi virus. Nah jika Polio maka bagian tubuhnya akan layu, terus bagaimana masa depan mereka,”kata Tugu Sihombing, Kepala Seksi Survilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Senin (11/3/2019).

Menurutnya, saat ini masih ada kelompok warga yang menolak  program imunisasi tersebut. Disampaikannya telah nyata satu kasus Polio yang kemudian menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Yahukimo awal Januari lalu.

“Ini imunisasi jangan disalah artikan, ini untuk masa depan anak-anak kita, tidak ada genoside. Karena satu kasus telah ditemukan, maka seluruh Papua dan Papua Barat akan dilakukan imunisasi Polio,”

Untuk suksesi Sub PIN 2019, dan guna menjangkau wilayah-wilayah yang sulit serta angka penolakan imunisasi tinggi, pihaknya menggandeng Mahasiswa dan organisasi keagamaan. Termasuk awak media untuk memberikan edukasi yang baik bagi warga.

“Kita meminta para relawan ini untuk menyampaikan apa yang menjadi tujuan imunisasi,  karena jika melalui agama dengan diberikan pencerahan sesuai keyakinan mereka maka kemungkinan besar imunisasi bisa terlaksana dengan baik, ditambah pemberitaan rekan media, “katanya.

Pihaknya menargetkan, 95 persen dari total sasaran bayi umur 0-15 tahun.di seluruh Papua, dengan jumlah sekitar 1.8397 sasaran pada Sub PIN 2019 mendatang tersebut.

“Target ini dapat tercapai dengan peran kesadaran semua pihak. Kita dari Dinas  berupaya untuk menggandeng pihak terkait untuk suksesi ini. Ingat Papua Nugini ada 26 kasus Polio waktu lalu. Dan kita sangat khawatir dengan kondisi itu, kita bentengi wilayah kita diperbatasan dengan MRP (Mereasles, Rubella dan Polio), dan ini harus terus disebut,”pungkasnya. (Surya)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!