Pembangunan Huntara Korban Bencana Belum Rampung

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pembangunan 481 unit bangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang, terancam tidak mencapai target. Pasalnya menjelang berakhirnya masa transisi menuju pemulihan, Pemerintah Daerah baru menyelesaikan sekitar 100 unit. Padahal, masa transisi akan berakhir tanggal 5 April 2019.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pandeglang, Syarif Hidayat menyebutkan, hingga kini pihaknya baru menyelesaikan 37 unit Huntara di Desa Cibenda, Kecamatan Carita.

“Sedangkan 63 unit lainnya di Desa Citanggok, Kecamatan Labuan, tinggal menyisakan pemasangan KWH listrik,” ujar Syarif, Jumat (22/3/2019).

Rencananya, 100 unit Huntara di dua kecamatan itu akan diselesaikan sebelum hari jadi Pandeglang 1 April 2019. Namun masih ada ratusan unit Huntara lagi di Citanggok yang belum selesai. Sebab, pemerintah menetapkan 284 unit Huntara bisa terbangun di desa tersebut.

“Untuk yang di Citanggok Kecamatan Labuan dari keharusan yang dibangun 284 unit, sudah 63 unit yang sedang dikerjakan dengan progres 70 persen,” sebutnya.

Setelah pembangunan Huntara di Cibenda dan Citanggok selesai, maka Pemkab akan menggeser pembangunan Huntara di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi dan Desa Melarsari, Kecamatan Panimbang.

“”Jumlah keseluruhan yang harus dibangun Pemkab Pandeglang itu 481 unit. Nanti kalau yang di Carita dan Labuan sudah selesai, kami bakal bergeser ke Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi dengan jumlah total 160 unit,” jelasnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!