5.780 Siswa SMP di Pandeglang Belum Bisa Rasakan UNBK

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang belum bisa merasakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada April mendatang. Soalnya, sekolah mereka belum memiliki perangkat komputer yang mendukung pelaksanaan UNBK.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, Olis Solihin menyebutkan, 5.780 siswa SMP yang belum bisa menjalani UNBK itu terdiri atas 5.196 siswa di 70 SMP Negeri dan 584 siswa di 12 sekolah swasta.

“Jadi, mereka harus menjalani Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) karena fasilitas komputer di sekolahnya belum memadai,” ujar Olis, (25/3/2019).

Olis menjelaskan, persoalan ini sudah seringkali disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dindikbud Provinsi Banten untuk membantu menyediakan fasilitas komputer bagi puluhan sekolah tersebut.

“Setiap ada kunjungan dari Kementerian, kami selalu sampaikan usulan permintaan penambahan komputer. Namun sampai sekarang belum ada kabar, tidak ada konfirmasi lebih lanjut dari Kementerian. Ke Dindikbud provinsi juga sudah kami ajukan sebanyak dua kali. Tapi tidak ada respon apa-apa,” beber Olis.

Adapun jumlah SMP Negeri yang akan melaksanakan UNBK tahun ini, hanya sebanyak 11 sekolah yang diikuti oleh 2.806 siswa. SMP Swasta yang menggelar UNBK mandiri sebanyak 19 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 1.128 siswa.

“SMP Negeri yang menjalani UNBK namun ikut ke SMA atau SMK sebanyak 34 sekolah dengan jumlah peserta 4.233 siswa. Dan SMP Swasta yang bergabung untuk melangsungkan UNBK sebanyak 4 sekolah yang diikuti 87 siswa,” sebutnya merinci.

Jadwal pelaksanaan UNBK akan dimulai bulan depan, tepatnya 22 April hingga 25 April 2019. Mata Pelajaran yang diujiankan masih sama dengan tahun lalu, yakni meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

“Teknis ujiannya masih sama dengan tahun lalu. Nanti akan dibagi dalam tiga sesi setiap harinya,” terangnya.

Untuk mengantisipasi berbagai gangguan saat UNBK berlangsung lanjut Olis, pihaknya sudah menyurati PLN hingga Telkom untuk meminta agar tidak ada gangguan saat pelaksanaan UNBK.

“Untuk kesiapan, kami sudah bikin surat ke PLN, Telkom, dan pihak lain untuk meminta saat UNBK nanti listrik dan internet tidak dipadamkan,” tandas Olis. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!