Sepi Pengunjung, Perhotelan di Pandeglang Banting Harga

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Sepinya tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pandeglang membuat pengelola hotel harus putar otak. Saat ini pemasukan dari sektor hunian merosot tajam.

Bila normalnya tingkat okupansi dalam satu tahun rata-rata mencapai 30 hingga 40 persen, namun tahun ini diprediksi hanya diangka tidak lebih dari 10 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengungkapkan, sejak adanya bencana tsunami Selat Sunda, kunjungan wisatawan menurun drastis. Akibatnya tingkat hunian pun hampir tidak ada dalam 1 bulan terakhir.

“Saat ini kami ada Pandeglang Hot Deals untuk menarik kembali wisatawan ke Pandeglang, saat ini hotel-hotel yang berada kawasan destinasi banting harga penginapan hingga 50 persen. Bahkan beberapa diantaranya ada yang lebih dari setengah harga,” katanya, (3/2/2019).

Lebih dari 60 hotel yang tergabung dalam PHRI yang berada disepanjang kawasan Carita hingga Sumur, sudah memberlakukan program tersebut sejak Januari kemarin. Dan pihaknya mengimbau supaya Pandeglang Hot Deals bisa berlaku hingga 6 bulan.

“Sudah berlaku sejak Januari. Saya prediksi Hot Deals ini akan berlaku sampai 6 bulan. Tapi ini tergantung masing-masing industri. Kami hanya mengimbau supaya ada upaya menarik wisatawan,” sebutnya.

Namun demikian, Pandeglang Hot Deals tidak cuma diberlakukan terhadap hotel yang tergabung dalam PHRI, namun penginapan lain pun dipersilakan untuk mengikuti jejak yang sama dengan besaran yang disesuaikan oleh masing-masing pengelola.

“Bila pun ada hotel yang tidak masuk anggota PHRI, silakan saja mengikuti karena prinsipnya bagaimana kita bisa menarik sebanyak mungkin wisatawan kembali ke Pandeglang,” jelasnya.

Menurut Widi, langkah ini diharapkan bisa menstimulus wisatawan agar tertarik kembali berlibur ke Pandeglang. Dengan begitu ekonomi pariwisata di Pandeglang bisa normal kembali.

“Saya berharap orang Pandeglang berlibur ke Pandeglang, manfaatkan Hot Deals. Karena dulu tingkat okupansi 30-40 persen avarage year on year, rata-rata pertahun. Kalau ini per bulan pertama dan force majeur, paling tidak lebih dari 10 persen,” bebernya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Asmani Raneyanti menyambut baik program PHRI itu. Karena memang sudah semestinya pelaku wisata memberlakukan tarif murah untuk memancing wisatawan.

“Namun saya ingatkan pengelola hotel tetap mengedepankan kualitas dan pelayanan terbaik, supaya menimbulkan kesan postitif di mata wisatawan,” pesannya.

Adapun dengan pemberlakuan Pandeglang Hot Deals, Dispar Pandeglang sudah menggiring Kementerian Pariwisata untuk memanfaatkan program tersebut debgan menggelar berbagai eventnya di daerah terdampak tsunami.

“Dari Kemenpar juga sudah kami arahkan untuk menggulirkan anggaran dan program ke destinasi yang menjadi korban tsunami,” terangnya.

Malahan dari Pemda setempat, kata dia, sudah mengalokasikan kegiatan pariwisata selama tahun 2019, untuk diselenggarakan di destinasi yang menjadi korban gelombang tsunami.

“Kami mendukung program itu. Bahkan kami pun sudah mengalokasikan semua kegiatan kepariwisataan di wilayah terdampak tsunami. 1 tahun anggaran 2019 untuk wilayah terdampak,” tandas mantan Dirut RSUD Berkah Pandeglang itu. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!