Karena Tanah, Rektor Diduga Aniaya Tetangga

MENARAnews, Bandar Lampung – Seorang rektor perguruan tinggi di Lampung berinisial H dilaporkan ke Polsek Kedaton, lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap Rodiah (64), warga Rajabasa Pemuka, Rajabasa.

Peristiwa tersebut dilaporkan dengan laporan nomor LP/225/II/LPG/Resta Balam, Sektor Keraton Kamis 14 Februari 2019, namun pada laporan tersebut nama terlapor masih dalam penyelidikan.

Adik korban Toha mengatakan, kejadian berlangsung pada (14/2/2019) di kediaman kakaknya. Awalnya sempat ada cekcok antara H, dan Istri korban yang keduanya memang saling bertetangga. Perdebatan tersebut soal tanah. Lantas tak lama berselang adu mulut dengan istri pelapor, H mendatangi rumah pelapor. Disitulah, H diduga melakukan pemukulan terhadap Rodiah.

“Jadi pas di depan rumah itu, kaka aja dipukulin terus jatuh, terus ditendang, padahal dia enggak bisa bangun, susah jalan karena sakit dalam satu tahun belakangan ini,” ujarnya, Rabu (20/2/2019)

Menurut Toha masalah tanah tersebut bermula saat H membeli tanah milik Rodiah seluas 7×3 meter yang jaraknya ada di antara rumah keduanya, sekitar tahun 2014. Namun, ada sebidang tanah dengan lebar 3 meter yang tak dijual karena, akses bagi warga sekitar.

“Jadi si dia (red rektor), itu minta terus berapa kali untuk dijual, kan enggak bisa, kok tiba-tiba ada sertifikatnya, jadi kita pertanyakan sudah berapa kali, tapi dia enggak gubris, puncaknya sebidang itu dibangun untuk kost-kostan sejak 7 bulan yang lalu,” katanya.

Sementara H membantah kalau ada pemukulan. Peristiwa tersebut hanya ada kesalah pahaman dan Miss komunikasi, dan hanya terjadi sedikit dorongan.

“Itu enggak kok, tapi kalau sempat argumen ada, ya saya aku ada sedikit emosi,” ujarnya.

Namun, terkait pelaporan ke ranah Pidana, ia mengatakan telah menurunkan kuasa hukum, untuk mengambil tindakan, baik ranah litigasi maupun non litigasi.

“Itu Miss komunikasi aja, tapi saya sudah minta ke kuasa hukum untuk di urus,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib, membenarkan adanya pelaporan dugaan pidana, dengan nama terlapor Rosidi.

“Tapi untuk status rektor atau bukan kita belum tahu, tapi nama itu ada,”ujarnya.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan perkara penganiayaan tersebut.

“Nanti saya kroscek perkembangan nya ke panit,” katanya. (CK1)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!