Guru dan Pengawas Terancam Sanksi Bila Nilai UN Kembali Jeblok

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang mengingatkan para tenaga pengajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk bisa membawa kualitas kelulusan tahun 2019 lebih baik.

Bila tidak, Dindikbud mengancam akan mengevaluasi dan memberi sanksi bagi sekolah yang tingkat kelulusannya rendah.

Kepala Dindikbud Pandeglang, Olis Solihin menuturkan, ancaman dan evaluasi itu sudah ia sampaikan kepada jajaran Kepala SMP se Pandeglang. Pemerintah Daerah kini berharap angka kelulusan Ujian Nasional SMP meningkat ditahun sebelumnya.

“Nasib guru itu akan kami evaluasi. Apakah siswa yang lambat dalam menyerap pelajaran, atau gurunya,” katanya, Senin (4/2/2019).

Ancaman Olis itu didasarkan oleh anjloknya nilai kelulusan SMP tahun 2018 yang hanya sebesar 163,62. Akibatnya, angka kelulusan UN SMP Pandeglang menjadi yang terburuk di Banten.

Olis menerangkan, seharusnya angka kelulusan tahun ini bisa lebih baik lantaran Pemda sudah memperbaiki sejumlah sarana dan pra sarana. Apalagi kini pendapatan guru juga sudah lebih baik. Dengan begitu, harusnya pendapatan tunjangan yang lebih dari cukup, berbanding lurus dengan hasil kelulusan anak didik.

“Guru ini kan dapat kompetensi, coba memahami dan menerapkan pola mengajar yang melakukan pendekatan humanis. Bukan cuma menggugurkan kewajiban saja,” kata Olis.

Bukan cuma guru, tenaga pengawas pendidikan pun terancam dievaluasi. Karena menurut Olis, tenaga pengajar dan pengawas menjadi komponen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kan di situ akan pengawas, yang berfungsi mensupervisi akademik. Artinya pengawas juga punya peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Adapun ujian bagi siswa tingkat SMP, akan dimulai pada awal bulan April dengan mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di penghunjung April.

“Namun sampai saat ini, baru tiga sekolah yang akan melakukan UNBK mandiri, yakni SMPN 1 Karangtanjung, SMPN 1 Menes, dan SMPN 1 Sobang. Masih ada beberapa sekolah yang menginduk ke sekolah lain untuk mengikuti UNBK. Namun banyak pula yang masih menerapkan Ujian Berbasis Kertas Pensil (UNKP),” tandasnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!