Tujuh Lokasi Huntap Berpotensi Berubah

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Perencanaan lokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi korban yang terdampak tsunami berpotensi bergeser. Padahal sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sudah menetapkan 7 lokasi yang rencananya akan menjadi titik pembangunan Huntap.

 

Ketujuh lokasi itu tersebat dilima kecamatan, yakni di Kampung Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, di Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kampung Reforma Agraria, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kampung Leuwigede, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi.

Kemudian dibangun pula di Kampung Pasir Malang, Desa Sumber Jaya, Kampung Pasir Jaya, Desa Cigorondong, dan di Kampung Palingling, Desa Tunggal Jaya. Semuanya terletak di Kecamatan Sumur.

Namun di tengah persiapan, muncul sejumlah persoalan. Beberapa diantaranya, berkaitan dengan keinginan masyarakat yang ingin membangun di lahannya sendiri. Permasalahannya, bila mereka membangun di lahan sendiri, maka harus melewati prosedur yang berbeda.

“Setelah rapat dengan para camat, ternyata masyarakat beberapa sudah ada yang punya tanah sendiri. Namun itu akan kami survei dulu, apakah tanah itu aman dari zona merah atau tidak,” ujar Asisten Daerah bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Indah Dinarsiani.

“Kalau aman lalu nanti akan diberi bantuan membangun sendiri melalui mekanisme, apakah lewat BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau RTLH (Rumah Tidak Layak Huni),” sambungnya.

Indah menerangkan, untuk membangun Huntap di lahan milik individu, harus melalui persyaratan yang tidak mudah. Karena pemilik wajib melampirkan sejumlah persyaratan seperti sertifikat tanah yang harus atas nama pribadi, dan persyaratan administrasi lainnya.

“Padahal kalau menghuni Huntap, mereka tingga menempati saja,” jelasnya.

Indah mengakui bahwa penunjukkan 7 lokasi yang sebelumnya telah ditetapkan, tidak sepenuhnya menguntungkan warga yang terdampak. Mengingat beberapa diantara mereka harus direlokasi lebih jauh dari domisili asalnya. Sehingga berpengaruh pula terhadap aktivitas sehari-hari.

“Kami akui bahwa penetapan lokasi itu tidak menguntungkan semua pihak. Ada beberapa masyarakat yang keberatan, karena jaraknya cukup jauh dari tempat mereka biasa beraktivitas,” jelasnya.

Mulanya, pemerintah memilih 7 lokasi itu karena faktor keamanan dan keselamatan. Sebab lokasi tersebut telah dikaji dan diyakini aman untuk dihuni.

“Waktu itu kan kami mencari tempat yang bisa ditempati, pertimbangannya itu. Namun setelah di konfirmasi ternyata jaraknya cukup jauh,” sambung Indah.

Kendati begitu lanjut dia, pemerintah tetap akan mengakomodir usulan warga untuk menggunakan lahan pribadi untuk Huntap. Mereka dipersilakan untuk mengusulkan agar nanti bisa diproses oleh pemerintah.

“Nah kalau memang mereka tanah sendiri yang lebih memudahkan, silakan ajukan agar nanti diproses. Kan kami tidak ingin sudah dibangun, namun tidak ada yang menempati,” beber Indah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Kurnia Satriawan menjabarkan, ada beberapa faktor yang membuat sebagian warga enggan menempati Huntap yang diwacanakan. Meski Pemda berusaha menyediakan lahan yang relatif ideal.

“Pertama mata pencaharian mereka di pantai sehingga jauh dari Huntap. Kedua faktor psikologis, banyak diantara mereka yang sudah menetap dalam jangka waktu lama di tempat yang terdampak. Kalau di tempat baru, mereka merasa tidak nyaman, dan banyak pertimbangan lain,” ungkapnya.

Namun begitu, Pemkab memaklumi hal tersebut. Dan kini pihaknya telah meminta camat yang wilayah terdampak, untuk membali melakukan pendataan ulang. Kemudian Bappeda menekankan camat untuk memastikan jumlah warga yang ingin direlokasi.

“Salah satu solusinya kami minta para camat untuk lakukan pendataan ulang kepada warga terdampak yang sudah di verifali (verifikasi dan validasi). Kalau pun mereka tidak mau dengan alasan sudah memiliki tanah sendiri, itu hak mereka. Kami hanya berupaya menyelamatkan mereka dari zona merah,” terang Kurnia.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!