Selter Tsunami Pandeglang akan “Dipermak”

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pemkab Pandeglang memaksimalkan fungsi selter tsunami dengan berencana melakukan pembenahan termasuk menyediakan informasi tentang tsunami selat sunda sehingga dapat dijadikan sebagai tempat wisata bencana. 
Demikian dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat diwawancarai oleh sejumlah awak media.
Selain itu, lanjut Irna, pihaknya juga akan memberdayakan para pedagang agar selter tersebut tampak ramai. Semua itu dilakukan agar masyarakat akrab dengan selter tsunami sekaligus membangun kultur masyarakat agar mengenal selter tsunami sebagai tempat evakuasi.

Dimanfaatkan nanti, mulai ada pelatihan dari BNPB, nanti kita cat ulang, nanti kita akan cerita disitu kejadian tsunami 22 Desember 2018, ada gambar-gambar, supaya jadi destinasi wisata, supaya akrab masyarakat dengan selter tsunami, pedagang juga kami akan himpun untuk bisa ada kegiatan disana sehingga ramai, jadi mereka mengenal ini adalah selter tsunami adalah suatu tempat evakuasi buat mereka. Sedikit demi sedikit, secara kulturalnya kita bangun,” ungkapnya.

Irna menjabarkan, selter Tsunami Pandeglang dapat digunakan untuk evakuasi bencana gempa vulkanik dan tsunami, tetapi tidak dapat digunakan untuk evakuasi gempa tektonik/bumi karena anggaran pembangunan selter tersebut disalahgunakan
“Bisa dipake untuk vulkanik, gelombang tsunami, tapi tidak bisa dipake kejadian gempa tektonik atau gempa bumi. Karena bangunan itu harusnya tahan gempa tapi karena dikorupsi, jadi bangunan tidak tahan gempa,” jelasnya.
Irna menegaskan, selter tersebut harus dimanfaatkan, pihaknya akan bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar selter tersebut direnovasi sehingga tahan gempa bumi.
Tapi kan harus kita manfaatkan, saya akan bersurat ke Menteri PU, untuk bisa merenovasi karena bangunan itu masih gagah. Kalau mau disuntik, disuntik dimananya,” tutur Irna.
Ditambahkan Irna, ketika terjadi bencana aie bah atau tsunami, selter tersebut dapat dimanfaatkan untuk evakuasi masyarakat karena daya tampungnya mencapai 3.000 orang.
“Tapi sementara untuk bencana di tingkat gempa vulkanik, ya adanya air bah, gelombang tsunami. Bisa naik kapasitas sampai 2.000-3.000. Lumayanlah,” tutup Irna
Untuk diketahui, pembangunan selter tsunami di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 senilai Rp 18 miliar. Namun di tengah jalan, pembangunan itu dikorupsi oleh oknum pihak swasta dan Kementerian Pekerjaan Umum. 
Comments
Loading...
error: Content is protected !!