Sejumlah Langkah Strategis Pulihkan Pariwisata Pascabencana

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengaku pemulihan pariwisata di Banten pascabencana tidak terlalu lama, sekitar 3 hingga 6 bulan. Pemulihan tersebut dilakukan dengan melakukan pendekatan Sumber Daya Manusia (SDM), penataan destinasi dan promosi. 

“Dalam rangka recovery pariwisata, pendekatan yang akan dilakukan adalah pertama menyentuh SDM, kedua penataan destinasi, ketiga promosi,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati, Senin (7/1/2018).

“Dari SDM ini kan ada pelaku industri pariwisata, bagaimana trauma healing, pendataan kerusakan, kerugian dan sebagainya. Kemudian dipenataan destinasi, kan ada atraksi, amenitas, apa saja yang bisa dan bagaimana masing-masing pengelola bisa merehab dan merecovery kembali. Lalu dalam konteks promosi secara bertahap akan dilakukan, pertama merencanakan yang tidak terdampak di Anyer,” beber Eneng.
Menurutnya, sektor pariwisata pantai didua kabupaten itu diperkirakan baru akan pulih dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menentukan langkah cepat memulihkan kondisi tersebut. 
“Kami akan menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk memulihkan pariwisata di Banten kembali. Pemulihan ini membutuhkan waktu 3-6 bulan, tidak terlalu lama,” sebutnya.
Yang jelas, saat ini Dispar masing-masing kabupaten telah diminta untuk mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa dilakukan supaya recovery lebih cepat tertangani. Bukan cuma itu, Eneng juga meminta seluruh pihak ikut membantu proses pemulihan.
“Saya sudah berbicara dengan Dispar Serang dan Pandeglang, untuk bersama mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa diarahkan untuk wilayah terdampak dalam waktu 3-6 bulan ini. Seluruh stekholder diharapkan turut serta dalam proses pemulihan, jadi tidak semata menjadi tanggungjawab pemerintah saja,” jelasnya.
Sedangkan saat disinggung soal kerugian, Eneng belum dapat merinci. Sejauh ini Dispar Banten baru sebatas merangkum jumlah kerusakan hotel maupun fasilitas lain. Dispar ditiap kabupaten tengah diarahkan untuk menghitung jumlah penurunan wisatawan pasca bencana.
“Kami sudah meminta masing-masing kabupaten untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan setelah bencana, termasuk jumlah kerugian. Jadi sampai saat ini kami belum membuat resume, baru sebatas berapa hotel maupun fasilitas penunjang yang rusak,” ujarnya. (IN)
Comments
Loading...
error: Content is protected !!