Posko Pengungsian Kotor, Pandeglang Terancam KLB Diare

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Gelombang tsunami yang menggulung Pandeglang satu pekan lalu, membuat puluhan ribu penduduk mengungsi. Mereka kini menempati puluhan posko pengungsian yang tersebar diberbagai daerah. Baik posko yang didirikan pemerintah maupun posko mandiri yang dibangun oleh warga maupun relawan.

Namun kondisi itu justru menimbulkan masalah baru. Sebab, kondisi lingkungan disekitar posko pengungsian mulai tercemar. Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang pun khawatir, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare.

“Kami khawatir terjadi KLB diare. Karena petugas kami sudah identifikasi, di tempat pengungsi banyak sampah menumpuk dan keterbatasan air bersih,” ujar Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani, Senin (31/12/2018).

Dia menjabarkan, pihaknya menemukan penumpukan sampah disejumlah posko pengungsian. Sehingga mengundang vektor lalat penyebar penyakit. Belum lagi sarana sanitasi dan jamban yang minim, menjadi ancaman gangguan pencernaan yang bisa mengakibatkan muncul penyakit diare.

“Kami memetakan kondisi Kesling (Kesehatan Keliling) di tempat pemukiman yang menjadi lahan pengungsian. Kalau itu tidak ada kemungkinan akan menimbulkan mikroba dari tinja manusia yang bercampur dengan mikroba yang bisa menyebabkan diare,” jelasnya.

Namun demikian Dewi menyebut, sampai saat ini pihaknya belum mencatat adanya jumlah penderita diare yang mengkhawatirkan. Obat-obatan yang tersedia juga dianggap masih mencukupi. KLB diare baru bisa ditetapkan apabila ada peningkatan kasus disuatu wilayah.

“Belum ada, itu hanya pemetaan kami. Kalau sampah tidak ditangani, sanitasi tidak memadai, sarana penyiapan makanan tidak sesuai standarisasi kesehatan, akan mengakibatkan gangguan pencernaan sehingga menjadi diare,” terang Dewi.

“Indikator penetapan KLB harus ada peningkatan kasus di tempat tersebut. Tetapi kalau saat ini masih belum. Saya hanya mengungkapkan apa yang terjadi di lapangan. Bila itu tidak ditangani dengan baik, maka KLB bisa saja terjadi. Itu kan bisa menjadi dampak baru, masalah baru bagi Pandeglang,” sambungnya.

Dewi melanjutkan, dari hasil rapat evaluasi bersama pihak terkait, direncanakan dalam waktu dekat lintas instansi akan menangani masalah tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar menggerakkan tenaganya membenahi sampah diseputar posko pengungsian.

“Solusinya, OPD lintas sektor segera menangani masalah tersebut. Kami juga akan berkoordinasi dengan DLH dan programer kesehatan lingkungan kami juga turun langsung ketiap-tiap posko pengungsian,” tutupnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!