Polemik Tabloid Indonesia Barokah, Direktur Eksekutif IPI : Negative Campaign, Masih Diperbolehkan

MENARAnews, DKI Jakarta – Yayasan Bhakti Bumi Nusantara menggelar diskusi publik bertea “Tabloid Indonesia Barokah: Karya Jurnalistik atau Kumpulan Opini?” Di Hotel Peninsula, Jakarta Pusat (30/1/19).

Tabloid Indonesia Barokah dalam seminggu terakhir viral karena tulisan yang kontroversial, yaitu membahas tentang kegiatan reuni 212 pada Desember 2018 lalu, HTI serta Capres Prabowo Subiyanto.

Direktur New Media Watch, Agus Sudibyo menyebutkan setidaknya dua anomali terkait penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

“Anomali pertama yaiu menggunakan media print, seharusnya pada era sekarang lebih mengedepankan penyebaran di media internet. Anomali kedua yaitu disebarkan ke masjid-masjid. Jemaah di masjid ini sudah masuk kategori pemilih loyal, ada masjid yang sudah ke Prabowo Sandi, ada masjid juga yang sudah ke Prabowo Amin” ungkap Agus Sudibyo.

Lebih lanjut, Agus menilai tulisan di tabloid tersebut juga tidak memenuhi kaidah jurnalistik, karena tidak cover both side.

“Membahas tentang HTI tetapi tidak wawancara terhadap HTI. Kemudian mengkritik prabowo tapi tidak wawancara terhadap prabowo” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai tulisan dalam tabloid indonesia barokah tidak ada masalah karena hanya negative campaign.

“Dalam hal penulisan tabloid ini melakukan negative campaign. Ini masih diperbolehkan dalam kontestasi pemilihan elektoral, hanya black campaign yang tidak diperbolehkan” ungkap Karyono.

Ia hanya mengingatkan lokasi penyebaran tulisan yang berkaitan kampanye sesuai dengan aturan pemilu.

“Meskipun menggunakan negative campaign, saya tidak setuju apabila masjid dijadikan tempat kampanye” tutupnya. (RF)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!