PEMBENTUKAN WARGA PEDULI AIDS DEMAK TINGKAT DESA Se KAB DEMAK

MENARANews – (Demak) Upaya untuk menghapus stigma negatif dari masyarakat terhadap para penderita penyakit AIDS (ODHA) pemerintah Kab Demak membetuk kelompok WPA (Warga Peduli Aids) tingkat desa se Kab Demak.

Pembentukan WPA tersebut merupakan tindak lanjut dari terbentuknya Warga Peduli AIDS (WPA) tingkat Kecamatan pada 2016 lalu, yang kemudian akan dibentuk WPA tingkat Desa Se Kab Demak, seperti yang diungkapkan Sekretaris KPA Kabupaten Demak Anang Badrul Kamal, S.Sos, M.Si, pada pertemuan yang dilakukan di ruang Bupati Demak, Selasa (15/1/19).

“WPA yang sudah terbentuk di tingkat kecamatan ini kami undang ke sini dengan harapan mereka bisa membentuk kader WPA di desa-desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anang menjelaskan, pembentukan WPA yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kades, Bidan Desa, perangkat desa, Karang Taruna dan TP PKK mempunyai peran penting untuk mensosialisasikan terkait HIV Aids dan mengarahkan masyarakat untuk tidak mengecap negatif para penderita HIV dan ODHA.

“WPA memiliki peran untuk membantu sosialisasi di tingkat RT atau RW mengenai HIV/AIDS, seperti cara penularan dan bagaimana pencegahannya karena banyak masyarakat yang belum memahami penyakit ini,” jelasnya.

HAl ini penting dilakukan karena di masyarakat Demak sendiri masih banyak yang memilih menjauhi atau mengucilkan penderita HIV/AIDS sehingga banyak penderita yang memilih menutup diri.

Pada kesempatan tersebut, peserta bisa melakukan pemeriksaan secara sukarela (Voluntary Counselling and Testing/ VCT) untuk mengetahui sejak dini apakah yang bersangkutan positif HIV atau tidak.

Sementara itu Anang melanjutkan, bagi masyarakat umum yang ingin melakukan pemeriksaan bisa datang langsung ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit di wilayah Demak.

“Sebanyak 27 Puskesmas dan 3 rumah sakit di Demak sudah menyediakan pelayanan VCT,” beber Anang.

Anang juga meyakinkan bahwa ketersediaan antiretroviral (ARV) atau obat bagi penderita HIV/AIDS, bisa diperoleh secara gratis, karena penderita wajib mengkonsumsi obat ini secara teratur seumur hidupnya.

“Perlu diketahui, terang Anang, total kasus HIV/AIDS di Demak saat ini sebanyak 450 kasus dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Demak, dan memang perlu penanganan serius terkait hal ini,” pungkas Anang. (NSN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!