Dindakop Monitoring 11 Pasar Tradisional Demak Terkait Anjlognya Harga Cabai

 

MENARAnews – (Demak) Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Demak memantau langsung harga bahan-bahan pokok pada sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Demak, Rabu (16/1). Hal itu dilakukan terkait anjloknya harga cabai yang terjadi saat ini.

“Hari ini kami menerjunkan dua tim. Tim satu meliputi Pasar Bintoro, Wonosalam, Wonopolo Dempet, Gajah, Jebor dan Karanganyar. Sedangkan tim 2 meliputi, Pasar Buyaran Karangtengah, Karangawen, Guntur, Mranggen dan Sayung,” ungkap Kabid Perdagangan Dindagkop Kabupaten Demak Drs. Sri Sasongko saat memimpin timnya melakukan pantauan harga di Pasar.

Ia mengaku pihaknya melakukan pantauan harga di tiga pasar untuk setiap harinya. Namun untuk hari ini tim tersebut memantau 11 pasar dalam sehari.

Tercatat, di pasar Bintoro harga cabai berkisar antara Rp.10.000 per kilogram sampai Rp.12.000/Kg. Di pasar Wonosalam harga mulai Rp.10.000/Kg sampai Rp.12.000/Kg. Sementara di Pasar Wonopolo Dempet harga cabai mulai harga Rp.9.000/Kg sampai Rp.12.000/Kg.

Selanjutnya, di Pasar Gajah harga mulai Rp.7.000/Kg hingga Rp.12.000/Kg, kemudian di Pasar Karanganyar harga relatif sama dengan pasar Jebor yaitu berkisar Rp. 10.000/Kg hingga Rp.12.000/Kg.

“Sementara, hasil pantauan dari tim 2, kisaran harga di Pasar Buyaran Karangtengah, Karangawen, Guntur, Mranggen dan Sayung tidak jauh berbeda dengan pasar lainnya di wilayah Demak,” imbuhnya.

Pria yang akrab dipanggil Soni itu berharap semoga harga cabai bisa kembali stabil yaitu pada kisaran Rp.18.000/Kg hingga Rp.20.000/Kg. Untuk menyikapi harga cabai supaya harganya tidak terlalu anjlok, pihaknya menghimbau agar masyarakat memanfaatkan media online seperti ‘kontak dagang’ dan ‘rego pantes’ dalam memasarkan cabai.
Ia menambahkan, dari hasil pantaunnya tidak ada cabai import dari luar negeri yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan harga makin anjlok.

Dalam kegiatannya ini, Soni didampingi oleh Kasi Distribusi dan perlindungan konsumen Dindagkop Kabupaten Demak Siti Ulfa, S.Sos beserta dua staf lainnya. (NSN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!