PGI Wilayah Papua Sesalkan Pembunuhan Terhadap Pekerja di Nduga

 

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Papua menyesalkan pembunuhan terhadap beberapa pekerja PT. Istaka Karya yang diduga dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata (KSB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018).

Hal ini disampaikan Oleh Ketua PGI Wilayah Papua, Herman Saud saat di temui di Jayapura, Kamis (6/12/2018).

Dikatakan, atas nama gereja saya sangat menyesalkan dengan peristiwa ini. Karena orang – orang ini datang untuk membangun infrastruktur jalan di daerah terisolir.

“Peristiwa itu begitu cepat dan yang menjadi korban adalah mereka yang hanya datang untuk bekerja. Dan ini terjadi pada hari Minggu dimana sebagaian orang malakukan ibadah,” katanya.

Ia mengatakan, ajaran agama apapun tidak memperbolehkan membunuh sesama manusia.

Dirinya juga tak mengetahui persis kejadian tersebut karena kesulitan akses ke sana. Namun, PGI merasa penting untuk menyampaikan rasa simpati atas insiden itu.

“Kami sebagai pimpinan gereja di Papua, siapapun itu, kami mengutuk aksi tersebut, apa lagi korbannya banyak,” ujarnya.

Kami akan mengumpulkan data dan informasi, baik dari masyarakat, maupun gereja dan TNI-Polri untuk mendapatkan informasi dan data yang valid.

“Lalu kalau itu terkait dengan hukum, kami rasa penegak hukum akan menindak hal itu. Dan kami harap kedepannya kejadian ini tidak terulang kembali,” katanya.

Pihaknya juga meminta pemerintah tetap melanjutkan pembangunan untuk membangun daerah tertinggal di pedalaman Papua. Masyarakat disana juga diminta tetap tenang dan jangan takut.

“Kita berharap agar TNI dan polisi tetap melakukan tugasnya untuk menindak oknum yang melakukan hal itu. Dan untuk masyarakat yang ada di situ, kami minta aparat untuk melindungi mereka,” katanya.

Sementara itu, Pdt Petrus Bonya Done, Sekretaris PGI Papua, mengatakan, Kita sangat sesalkan kejadian yang terjadi di Kabupaten Nduga itu. Apa lagi korbanya adalah pekerja yang melaksanakan proses pembangunan di daerah- daerah yang kita anggap daerah yang terisolasi dengan harapan ketika insprastruktur ini jadi maka akan mempermudah pembangunan dan insprastruktur yang lain.

Perbuatan seperti ini dari sisi gereja tidak pantas dan itu betul- betul menyalahi hukum Tuhan dan kita sangat sesalkan.

“Perbuatan semacam ini bisa dikatakan perbuatan yang sangat keji apa lagi inikan masyarakat sipil dan itu terjadi pada hari minggu,” imbuhnya. (Surya).

Comments
Loading...
error: Content is protected !!