Pandeglang Diintervensi Soal Keamanan Pangan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan intervensi keamanan pangan di Kabupaten Pandeglang. Intervensi ini dilakukan untuk menjadikan Pandeglang sebagai daerah yang aman dalam hal komoditi pangan.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Dewi Prawitasari dalam Gebyar Keamanan Pangan yang digelar BPOM di Gedung Grha Pancasila Senin (3/12/2018) pagi mengatakan, sasaran intervensi terhadap Pandeglang, lantaran posisinya sebagai salah satu destinasi wisata di Banten.

“Untuk saat ini memang Pandeglang menjadi salah satu daerah yang mendapat intervensi dari BPOM secara menyeluruh. Hal ini berkaitan dengan posisi Pandeglang sebagai destinasi wisata, sehingga kami melakukan intervensi supaya menjadi destinasi wisata yang aman dalam hal pangan,” katanya.

Pandeglang menurutnya, dinilai memiliki peran penting dalam memberi contoh bagi daerah lain mengenai keamanan pangan. Dengan maraknya bahan makanan berbahaya di pasaran, tentu menimbulkan keresahan bagi masyarakat sebagai konsumen.

“Ini adalah tindaklanjut dari MoU BPOM dengan Pemkab Pemkot se Indonesia. Pandeglang dibebankan untuk menjadi barometer bagi daerah lain,” sambung dia.

Saat ini, ada empat jenis bahan makanan berbahaya yang sering beredar di pasaran. Keempatnya yakni formalin, pewarna kertas, RQ, dan Bleng yang bisa digunakan pada bahan kerupuk.

“Ini 4 besar bahan berbahaya yang sering disalah gunakan masyarakat. Oleh karena itu, keamanan pangan memerlukan kepedualian masyarakat. Pemerintah sendiri tidak akan mampu menjangkau seluruh pelosok,” keluhnya.

Kepala BPOM Serang, Sukriadi Darma  menambahkan, pemerintah telah mengatur regulasi soal penyalahgunaan bahan makanan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, tercantum hukuman penjara maksimal dua tahun dan denda sebesar Rp4 miliar.

“BPOM Serang pernah menemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya beredar disejumlah pasar di Pandeglang. Kami pun sudah melakukan pembinaan dan sudah diperbaiki. Setelah apa yang sudah disampaikan, nanti akan kami awasi lagi melalui program keamanan pangan,” jelasnya.

Kendati demikian Sukri melanjutkan, sejauh ini peredaran makanan berbahaya di Pandeglang masih tergolong aman.

“Kami memang belum buat penilaian soal keamanan pangan di kabupaten kota di Banten. Tetapi Pandeglang masih dalam kategori yang relatif aman,” sebutnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menuturkan, dalam menumbuhkan iklim kuliner yang aman dan sehat, pelaku usaha harus memiliki integritas dalam menciptakan makanan yang layak. Para produsen juga diingatkan menjaga peraturan yang berlaku, sehingga Pandeglang menjadi daerah yang sehat,

“Hari ini adalah momentum yang tepat, karena mereka (peserta) akan mendapatkan ilmu-ilmu bagaimana supaya menjual makanan yang menyehatkan bagi anak-anak,” terang Irna.

Menurutnya, titik yang menjadi perhatiannya yakni jajanan di sekolah dan pasar. Dua lokasi itu harus menjadi contoh pangan yang aman.

Ke depannya bupati pun berharap memiliki desa sehat dan pasar sehat.

“Ke depannya kami harap memiliki desa sehat, pasar sehat, dan berdayakan UMKM agar mereka menjadi garda terdepan untuk bisa mensosialisasikan, menjadi duta-duta kami agar menjual makanan yang berkhasiat dan sehat,” tandasnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!