Pamer Keberhasilan Tahun 2018, Angka Kejahatan di Pandeglang Menurun

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kepolisian Resort Pandeglang berhasil mengungkap 394 perkara tindak kejahatan selama tahun 2018. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 497 kasus.

 

Dari jumlah itu, sebanyak 243 perkara diselesaikan selama tahun 2018. Sedangkan ditahun lalu, jumlah penyelesaian perkara mencapai 330 kasus.

Penurunan ini sejalan dengan menurunnya berbagai jenis perkara di wilayah hukum Pandeglang.

Ekspos keberhasilan ini dipamerkan Kapolres dihadapan para ulama dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat menggelar Kaleidoskop Polres Pandeglang di hotel Horison Altama, Selasa (18/12/2018) dengan Tema Dalam Memelihara Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kabupaten Pandeglang.

“Beberapa kasus yang ditangani tahun ini diantaranya kasus pencurian kendaraan bermotor. Dimana 153 kasus Curanmor diberhasil diungkap. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 185 kasus,” sebut Indra.

Kemudian kejadian pelanggaran lalu lintas, jajaran Polres Pandeglang berhasil menilang 13.806 kendaraan. Naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2017. Sedangkan pada kejadian Laka Lantas, trennya juga menurun dengan jumlah 140 kejadian. Berbeda dengan tahun lalu yang mencapai 167 kasus.

“Angka kejadian Laka Lantas tahun ini menelan korban meninggal dunia sebanyak 92 jiwa, luka berat 4 jiwa, dan luka ringan 157 jiwa. Kerugian materil yang dihitung tahun 2018 sebesar Rp236 juta. Sementara tahun lalu, nominalnya mencapai Rp246 juta,” urainya.

Bukan hanya itu, Kapolres pun menjabarkan keberhasilan jajarannya dalam mengungkap sejumlah kasus besar seperti penggagalan puluhan kendaraan roda dua yang akan digelapkan ke Lampung. Lalu kasus pembuangan ratusan Kartu Indonesia Sehat di Carita bulan Oktober lalu.

“Kami juga berhasil mengungkap pembunuhan anak tiri terhadap ibunya di Cigeulis yang sempat geger. Penistaan agama di Kecamatan Labuan. Dan terakhir adalah penangkapan kawanan pemalsu air galon bermerek,” lanjut Kapolres.

Namun demikian, ada satu kasus yang justru sebaliknya. Kasus penggunaan barang haram narkoba di Pandeglang justru meningkat dari tahun lalu. Sebanyak 35 kasus berhasil diungkap dengan menyeret 58 orang tersangka. Padahal tahun lalu, kasus narkoba hanya 28 perkara.

“Untuk narkoba memang meningkat untuk para pengguna. Padahal kami sudah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan, tapi ternyata kondisinya sampai hari ini bahwa banyak kami temukan pengguna narkotika,” ucap mantan penyidik KPK ini.

Dari hasil pengungkapan selama satu tahun, polisi berhasil mengamankan 10,66 gram ganja, 38,68 gram sabu, 10,62 gram tembakau gorila, 527 butir tramadol, 520 butir hexymer, dan 28 butir pil inex.

“Kami terbatas belum bisa menemukan bandarnya. Mereka mendapat barangnya dari jaringan terputus, tidak mau membongkar siapa pemasok, jadi mereka pasang badan. Mereka ini hanya pengguna, karena barang yang diamankan hanya sekitar nol koma, tetapi ini meresahkan,” terangnya.

Menurut Indra, keberhasilan ini bukan hanya hasil kinerja dari Polisi semata, namun juga akibat peran serta berbagai lapisan masyarakat. Meski dinilai berhasil menekan jumlah tindak pidana, akan tetapi Kapolres menegaskan tidak akan mengendurkan pengamanan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberi yang baik namun tentu harus bersinergi dengan semua pihak. Kami membuka diri, siap menerima masukan, kritik, dan saran,” tandasnya.

Sementara salah seorang ulama Pandeglang, KH. Zamzami Yusuf mengapresiasi kinerja jajaran korps bhayangkara. Ia menilai, keberhasilan ini lantaran komunikasi dan sinergitas jajaran Polri dengan ulama berjalan baik.

“Maka kami mengajak terus bersinergi dengan ulama supaya kondisi Pandeglang tetap kondusif,” serunya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!