Masalah Infrastruktur Masih Menjadi Persoalan Pengembangan Pariwisata di Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Meski memiliki jumlah destinasi wisata yang melimpah, namun Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengakui bila hal itu belum cukup menggaet wisatawan dalam jumlah besar. Soalnya, hingga saat ini pengembangan obyek wisata di Pandeglang terkendala infrastruktur.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani mengakui infrastruktur di beberapa obyek wisata masih cukup memprihatinkan.

“Padahal Pandeglang memiliki tak kurang dari 200 destinasi wisata berbagai jenis. Hanya saja persoalan infrastruktur, mengakibatkan belum semua potensi wisata bisa tereksplorasi dengan baik,” kata Indah usai membuka acara pembahasan draf akhir dokumen kajian peningkatan nilai tambah sektor pariwisata dan indeks pendidikan di Oproom Setda Pandeglang, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, dampak dari belum optimalnya infrastruktur tersebut, juga memengaruhi akses transportasi. Wisatawan domestik harus memakan waktu yang cukup lama ketika mengunjungi objek wisata, terutama di wilayah Banten Selatan.

“Salah satu persyaratan pariwisata bisa berkembang waktu jarak tempuh menuju obyek wisata. Seperti hasil kunjungan kita ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok, ternyata yang menjadi keunggulannya itu bandara. Pada saat kita ke sana hanya butuh waktu lima belas menit. Kalau di Pandeglang kan bandaranya di Tangerang bisa menghabiskan waktu sampai enam jam,” beber Indah membandingkan.

Sekretaris Bappeda Pandeglang, Ade Surahman menyatakan, pembangunan pariwisata yang masih dihadapkan dengan masalah infrastruktur lantaran pemerintah keterbatasan anggaran. Sehingga, pemerintah menerapkan pembangunan skala prioritas.

Namun Ade berharap melalui kajian tersebut objek pariwisata di Pandeglang kedepannya bisa lebih berkembang.

“Melalui kajian tersebut pula diharapkan dapat mengubah sektor pariwisata yang bersifat primer, sekunder dan tersier. Dengan demikian pariwisata diharapkan berdaya saing dan dapat meningkatkan nilai tambah dan rantainya,” tandas Ade. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!