Dinkes: Penderita HIV AIDS Di Pandeglang Ibarat Fenomena Gunung Es

MENARAnews (Pandeglang) – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menyebutkan bahwa persoalan penderita penyakit mematikan HIV AIDS ibarat fenomena gunung es. Pasalnya, jumlah penderita yang tercatat diyakini tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Kodiat Juarsa mengatakan masalah HIV AIDS di Pandeglang selama ini hanya terlihat sebagian saja.

“Dari pendataan Dinkes, jumlah penderita penyakit tersebut pada tahun 2017 sebanyak 39 orang. Sedangkan ditahun ini, jumlahnya menurun jadi 30 penderita,” bebernya, Selasa (4/12/2018).

Namun Kodiat memprediksi, jumlah penderita HIV AIDS di Pandeglang bisa lebih banyak, bahkan mencapai ratusan. Diduga, banyak penderita yang masih segan untuk melapor atau mengakui dirinya terjangkit HIV AIDS.

“Sebenarnya ini persoalan stigma negatif, atau cara pandang masyarakat terhadap penyakit yang erat kaitannya dengan prilaku seseorang. Sehingga sangat kecil kesadaran untuk mau memeriksakan, maupun melakukan diagnosis medis, terutama adanya kekhawatiran terhadap hasil pemeriksaan tersebut,” katanya.

Menurut Kodiat, selama ini Dinkes telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pendataan, terutama terhadap kelompok yang aktif dilingkungan yang diduga menjadi lokasi penyebaran virus HIV AIDS. Dinkes menerapkan proses pencegahan melalui dari memberikan pemahaman hingga konseling.

“Mulai dari sosialisasi, sampai pada melakukan konseling, sebenarnya sudah kita lakukan. Hanya saja kesadaran untuk mau melakukan diagnosis secara medis, masih tergolong minim, sehingga temuan pengidap HIV positip pun, menjadi minim,” ujarnya.

“Padahal, bila pengidap HIV Positif ini sudah terdata oleh kita, maka penanganan kesehatan yang kita berikan akan lebih dikhususkan,” sambung pria berkacamata itu.

Sementara, tingkat penyebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh di Pandeglang itu, masih dipengaruhi oleh beberapa faktor yang juga dialami oleh daerah lain. Misalnya soal penggunaan narkoba melalui jarum suntik, gaya hidup seks bebas, dan ibu rumah tangga yang menyusui.

“Saya mengingatkan masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan aman. Soalnya hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut,” pesan Kodiat. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!