Bawaslu Kota Jayapura Temukan DPT Invalid dan Data Ganda

 

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Bawaslu Kota Jayapura menemukan sejumlah persoalan mendasar data invalid terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemiluh Presiden dan Legislatif 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Kota Jayapura Rinto Pakpahan di dampingi Komisioner lainya Hardin Harlidin di Abepura, Rabu, (7/11/2018).

Dikatakan, Bawaslu Kota Jayapura menemukan data invalid yang mencapai hingga 10.044 data. Data invalid ini mencakup Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang invalid mencapai 7,622 data. Selanjutnya NKK yang berasal dari luar kota Jayapura sejumlah 1.269 data. Tempat tanggal lahir kosong atau tertulis ‘tidak ada’ sebanyak 710 data.

” Ada juga Pemilih yang masih berumur di bawah 17 tahun sebanyak 210 data, dan ada yang berumur antara 90 tahun sampai 125 tahun sebanyak 230 data,” kata Rinto.

Dari DPT yang bermasalah tersebut, juga terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang identik dengan model pembuatan NIK kota Jayapura, namun bukanlah NIK yang berasal dari kota Jayapura.

Selain itu ditemukan juga DPT yang berumur 7 bulan yang berinisial EK, kelahiran Wamena tanggal 12 Mei 2018, yang beralamat di jalan Karya Tanah Hitam Abepura. Sementara dua lansia yang diduga sudah meninggal dunia adalah WW, kelahiran tanggal 22 Agustus 1897, alamat jalan Batu Kompleks Abe Indah. Dan LR, tanggal lahir 14 Juni 1893 warga jalan Kutilang Kali Acai Abepura.

“Terhadap temuan yang didapatkan dari hasil pencermatan tersebut, Bawaslu Kota Jayapura telah menyampaikannya kepada KPU Kota Jayapura dengan rekomendasi untuk segera melakukan perbaikan terhadap DPT Pemilu 2019. ini memang harus dicek betul, apakah yang bersangkutan masih ada, karena kalau sudah meninggal kemudian tidak ada surat kematian, maka tidak tercover di Dukcapil,” katanya.

Dari penelusuran data yang dilakukan Bawaslu Kota Jayapura, ditemukan juga adanya data ganda. Hasil pencermatan Bawaslu Kota Jayapura menemukan sebanyak 24.614 data ganda. Patokan kegandaan dilakukan terhadap elemen data NIK. Dari penelusuran data yang dilakukan Bawaslu Kota Jayapura, ditemukan dugaan adanya 17.063 ganda identik dengan kegandaan hingga mencapai delapan kali. Selain itu ditemukan juga NIK dengan penulisan nama yang berbeda-beda hingga 26 kali kegandaan. (Surya).

Comments
Loading...
error: Content is protected !!