Bawaslu dan Satpol PP Kota Jayapura Tertibkan Alat Peraga Kampanye

.

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Jayapu bersama Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Jayapura Menertipkan Alat Peraga Kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) yang tidak sesuai dengan aturan pada Selasa (27/11/2018).

Ketua Bawaslu Kota Jayapura Rinto Pakpahan mengatakan bahwa, Kita melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan undang-undang dan PKPU RI.

“Jadi hari ini kita tertibkan mulai dari batas kota seluruh alat peraga kampanye yang tidak sesuai penempatannya kita tertibkan, tetapi yang sudah sesuai kita biarkan sambil menunggu desain yang dikeluarkan oleh KPU,” katanya.

Menurutnya, untuk ukuran kita belum jadi permasalahan tapi yang kita jadi masalah kan sekarang adalah penempatannya dulu kita sudah bersihkan sampai Dok 2 karena waktu kita sampai di Dok 2 saja dulu.

“Untuk jumlah yang kita tertibkan kita masih lakukan inventarisir masih ada di kantor nanti kita sampaikan kepada teman-temannya karena kita ini baru tiba juga teman-teman dari Satpol PP ada di kantor Bawaslu sedang menurunkan alat peraga kampanye yang kita tertibkan hari,” jelasnya.

Dikatakan, penertiban ini yang pasti tidak dipasang pada tempatnya untuk tempat kan sudah jelas sesuai dengan zonasi yang disampaikan oleh KPU yang pertama adalah di lapangan Trikora yang kedua adalah di PTC untuk Japsel, untuk Jayapura utara adalah di depan lapangan Mandala dan untuk di Muara Tami itu di pasar koya.

“Jadi yang tidak boleh dipasangi adalah jalur- jalur atau jalan jalan induk jadi seperti di batas kota sampai sini Skyline itu tidak boleh jadi kita tertibkan. Jadi yang tidak sesuai memang kita tertibkan pada hari ini,” katanya.

Untuk jadwal pemasangan itu sampai dengan masa tenang. jadi kita perbolehkan mereka pasang yang memang sudah di tentukan.

“Bulan april tanggal 13 itu sudah masuk masa tenang jadi di situ harus bersih. 3 hari masa tenang,” ujarnya.

Terkait dengan komplain dari Caleg itu sudah pasti karena mereka sudah bayar, apalagi yang pasang reklame itu tetapi kita tidak menyuruh mereka untuk pasang di situ.

“Selama itu di jalur yang memang tidak diperbolehkan tetap kita kasih turun,” tegasnya.

Untuk yang di taksi kita hanya baru dapat dua tadi. kita sengaja sambil cari taksi tapi cuman dua taksi saja yang kita dapat bersihkan di Argapura sementara yang di Abe belum kita dapat.

“Memang ke depan kita rencana berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan nanti kita akan coba ke terminal terminalnya. karena ini fasilitas umum dan tidak di perkenankan ada alat peraga kampanye di sini,”ujarnya.

Sebetulnya untuk baliho alat peraga kampanye ini sanksi yang paling berat adalah teguran administratif. Jadi kami rasa kalo memang nantinya tetap di buat begitu kita tetap menyurat ke teman- teman Partai. Kami tidak menyurat ke calonnya tetapi ke Partainya untuk menertibkan karena mereka berwenang menertibkan peraga kampanye.

“Kalo sanksi yang tegas tidak diikutkan dalam pemilu itu tidak ada, hanya sanksi administratif atau diturunkan hanya itu saja sanksinya,”katanya. (Surya)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!