AMPTPI Wilayah Barat Tolak Pangdam Cenderawasih Menjadi Kepala Suku

Menaranews, Jakarta – Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Wilayah Barat menolak pemberian jabatan kepala suku pegunungan tengah papua kepada Pangdam XVII Cendrawasih, MayJen George Elnadus Supit. (23/11)

 

Ketua AMPTPI Wilayah Barat, Amrosius Mulait S.IP menilai jabatan kepala suku seharusnya diberikan kepada putra asli wilayah pegunungan tengah papua.

 

“situasi ini (pengangkatan mayjen george sebagai kepala suku pegunungan tengah) mengkagetkan masyarakat Papua wilayah pengunungan Tengah (wamena) karena hal tersebut melanggar nilai leluhur bagi masyarakat adat di Papua dan tidak pernah ada sebelumnya” ungkap Amros dalam release yang dikirimkan kepada redaksi www.Menaranews.com.

 

Lebih lanjut, Amros khawatir pengangkatan pejabat militer menjadi kepala suku dapat membangkitkan kembali trauma masyarakat atas perilaku militer kepada masyarakat setempat.

 

“Pengalaman masa lalu yang terjadi kekerasan maupun tindakan tidak manusiawi banyak dilakukan oleh (oknum) aparat TNI/POLRI sehingga masyarakat trauma khususnya Di Daerah sekitar Distrik Asologaima pada waktu yang silam pernah terjadi operasi militer” tegas Amros.

 

Untuk diketahui, Pengangkatan Pangdam XVII Cendrawasih, MayJen George Elnadus Supit sebagai kepala Suku Pegunungan Tengah Papua dan menghibakan tanah seluas 90 hektar dilakukan oleh Alex Doga bersama Habo Holago dan Jhoni Holago pada 26 September 2018 di Kampung Wotelana Distrik Asologaima Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!