RESAH PT. RUM MASIH MENCEMARI, PARA IBU DAN WARGA MENGADU KE DLH

MENARAnews – Sejak tanggal 28 hingga 10 Oktober tahun 2018, 13 hari semenjak adanya Surat Permohonan Pemberhentian Sementara kepada PT. Rayon Utama Makmur (PT. RUM) dari Bupati Sukoharjo yang berisi teguran atas trial produksi yang dilakukan oleh PT. RUM. Hingga tanggal 9 Oktober 2018 PT. RUM masih mengeluarkan limbah udara yang menyengat. Padahal jelas menurut Surat Keputusan (SK) Bupati No. 660.1/207 tahun 2018 bahwa PT. RUM tidak dapat melakukan produksi sebelum menepati syarat–syarat yang diberikan oleh bupati dan menghilangkan pencemaran lingkungan yang dihasilkan.

Dalam SK Bupati tersebut tidak diterangkan adanya trial produksi. Jelas dalam hal ini PT. RUM telah melanggar SK. Bupati karena memaksakan untuk melakukan trial. Dalam trial produksi ini PT. RUM masih juga melakukan pencemaran lingkungan yang menghasilkan limbah cair dan udara yang mencemari lingkungan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pipa yang bocor dan tidak ditanam di bawah tanah. Semenjak trial produksi dilakukan oleh PT. RUM ikan-ikan disepanjang pembuangan limbah cair PT. RUM mati, warga disekitar juga terpaksa mengungsi karena limbah udara yang dikeluarkan.

Hal ini membuktikan bahwa PT. RUM tidak bisa mengendalikan emisinya dan pencemaran tersebut masih saja mengganggu warga meski mengaku telah memasang CEM dan IPAL.

Hingga akhirnya pelaporan warga tentang berbagai tindak pencemaran yang dilakukan PT. RUM ditanggapi oleh Bupati Sukoharjo. Bupati Sukoharjo melakukan teguran terhadap PT. RUM dengan Surat No. 660.1/4079/IX/2018. Namun, teguran yang dilayangkan oleh Bupati Sukoharjo tidak digubris oleh pihak PT. RUM. Malahan pihak PT. RUM meminta toleransi masa trial produksi 5 hari.

Dalam masa tambahan tersebut, pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. RUM terus terjadi. Warga pun semakin resah dengan keadaan seperti itu. Puncaknya diakhir masa toleransi pada tanggal 8 Oktober 2018, PT. RUM belum melakukan pemberhentian produksi. Bahkan bau yang dihasilkan tak kunjung hilang.

Warga merasa dibohongi oleh PT. RUM. Merespon itu, ibu-ibu dan perempuan yang tergabung dalam Persatuan Perempuan Pejuang Lingkungan (P3L) melakukan aksi protes di depan PT. RUM pada tanggal 8 Oktober 2018 sebagai wujud kekecewaan dan keresahan warga terhadap kehadiran PT. RUM.

Namun aksi yang dijalankan warga bersama P3L tidak berjalan lancar. Aksi yang diniatkan untuk menagih kesepakatan malah terpaksa dibubarkan oleh aparat. Dengan alasan bahwa aksi yang dilakukan diluar ketentuan karena lebih dari jam 18.00 WIB. Padahal jelas bahwa dalam UU no 9 tahun 1998 tidak diatur mengenai waktu melakukan aksi. Dan juga kenapa warga masih bertahan karena jelas rumah yang dimiliki warga sekitar sudah tidak nyaman untuk ditinggali karena bau menyengat yang dihasilkan oleh limbah udara PT. RUM. Dalam berbagai pencemaran yang dilakukan ini jelas perempuan dan anak–anak lah yang sangat terdampak.

Bagaimana tidak ketika melakukan kegiatan mengurus rumah tangga mereka sangat tidak nyaman dan terteror oleh bau busuk yang dihasilkan oleh PT. RUM. Begitu juga ketika terpaksa harus mengungsi, banyak pekerjaan rumah yang harus ditinggalkan sehingga terbengkalai. Dalam hal ini anak–anak juga merasakan dampak yang sangat parah. Dalam masa tumbuh kembang anak terpaksa harus mencium racun yang dihasilkan PT. RUM. bahkan dalam kondisi tubuh yang masih dalam pertumbuhan dengan adanya limbah PT. RUM beberapa anak harus rutin berobat karena terserang berbagai penyakit akibat menghirup limbah udara yang dihasilkan PT. RUM.

Dengan semangat memperjuangkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, maka kami warga sekitar PT. RUM bersama Persatuan Perempuan Pejuang Lingkungan (P3L) melakukan pelaporan berbagai pencemaran yang dihasilkan oleh PT.RUM. kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo. Dengan niat tulus dan ikhlas kami mohon dukungan dari berbagai pihak dan semoga DLH dapat memberi sanksi lebih tegas terhadap PT. RUM, dan kami akan tetap berjuang hingga PT. RUM dapat ditutup. (Ar)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!