Ratusan Randis Tak Layak Pakai Akan Segera Dilelangkan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Sebanyak 219 kendaraan dinas milik Pemkab Pandeglang yang tidak laik pakai akan segera dilelang. Kebijakan lelang randis tersebut untuk menghindari beban pembayaran pajak dan biaya perawatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ratusan randis yang masuk daftar lelang itu terdiri atas 52 unit mobil dan 167 unit sepeda motor. Dimana kondisi kerusakannya rata-rata mencapai 50 persen.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Pandeglang, Ramadani mengatakan, lelang randis tersebut akan diproses Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang. Meski demikian, sebelum proses lelang digelar, akan dilakukan terlebih dahulu penilaian atas taksiran harga lelang.

“Saat ini, kami sedang menunggu jadwal lelang yang ditetapkan oleh KPKNL Serang, Provinsi Banten,” kata Ramadani kepada Kabar Banten, Jumat (12/10/2018).

Menurut Ramadani, lelang kendaraan tersebut adalah langkah Pemkab Pandeglang untuk menghapus aset negara yang sudah tidak terpakai. Sebab, aset yang rusak itu hanya akan membebani keuangan daerah dalam pembayaran pajak jika dibiarkan terus menerus.

“Kalau tidak kami lelangkan, maka kendaraan itu menjadi beban daerah dan selalu tercatat menjadi piutang pajak setiap tahun. Jika kendaraan itu sudah dilelang dan dijual, kami akan koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten. Harapannya piutang pajak kendaraan itu bisa dihapuskan dari daftar pajak,” ujar

Selain menghilangkan beban pajak, lelang kendaraan tersebut tentu akan menambah target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, target penjualan kendaraan hasil lelang itu ditaksir mencapai 300 juta rupiah.

“Target itu hasil penilaian tim KPKNL Serang. Tetapi intinya kami ingin membersihkan buku inventarisasi kendaraan yang menjadi beban APBD. Jika kendaraan rusak tidak dilelang, selamanya akan tercatat data pajak kendaraan dan itu menjadi beban keuangan daerah,” terang Ramadani. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!