Perempuan dan Nelayan Desa Cikeusik Diberi Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital

MENARAnews, Kab. Lebak (Banten) – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tertinggal. Berbagai cara telah dilakukan, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital.

Dengan menggandeng pihak swasta yang kali ini dipercayai kepada XL Axiata, Kemendes PDTT dan perusahaan telekomunikasi tersebut, menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan teknologi digital, untuk meningkatkan produktivitas bagi pelaku UMKM dan Nelayan di Kabupaten Pandeglang.

Sasaran kali ini, diarahkan pada masyarakat yang berada di Kecamatan Cikeusik.

Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemendes PDDTT, Samsul Widodo menyampaikan, minimnya pemahaman internet secara dasar dan informasi publik merupakan kendala utama di daerah tertinggal.

“Membangun daerah tertinggal harus dengan inovasi baru melalui pemanfaatan teknologi informasi,” katanya

Dirinya sepakat apabila kaum perempuan dapat menjadi agen perubahan di pedesaan dan daerah tertinggal. Oleh karena itu penting kiranya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kalangan perempuan secara berkelanjutan. Sehingga mampu memanfaatkan potensi SDA di daerahnya, guna sumber perekonomian keluarga.

“Upaya itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan sarana teknologi digital yang kini mulai menjangkau pelosok-pelosok daerah,” imbuhnya.

Adapun dia menyebutkan, dari 18.223 desa di 122 daerah tertinggal, mayoritas merupakan desa sangat tertinggal dan tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).

“Sebanyak 42.69% atau 7.779 desa adalah desa sangat tertinggal. Dan 41% atau 7.471 desa adalah desa tertinggal,” urainya.

Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih menuturkan, pihaknya sengaja berkolaborasi dengan Kemendes PDTT agar program ini tepat sasaran, sekaligus sebagai upaya XL mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal.

“Kami sepakat dengan visi pemerintah yang mendorong pemanfaatan teknologi digital guna memberdayakan potensi ekonomi rakyat di pedesaan,” ujarnya.

Tri menambahkan, pengenalan pada manfaat sarana teknologi digital akan sangat dibutuhkan di wilayah pelosok tanah air. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengenal banyak tentang keberadaan teknologi digital.

“Kaum perempuan menjadi salah satu sasaran program ini karena perempuan memiliki peran penting sebagai pengelola sekaligus penopang ekonomi keluarga,” kata Tri.

“XL Axiata sendiri memiliki program pemberdayaan perempuan bernama “Sisternet”, yakni rumah digital untuk perempuan Indonesia. Dimana salah satu agenda utamanya adalah menyebarkan edukasi pemanfaatan teknologi digital bagi para perempuan penopang keluarga,” bebernya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!