http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

BPBD Belum Ketahui Kondisi Sirine Tsunami di Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Tiga unit sirine peringatan tsunami di Pandeglang belum diketahui kejelasan fungsinya oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang. Tiga unit sirine peringatan Tsunami di Pandeglang itu tersebar di Kecamatan Labuan, Sukaresmi, dan Carita.

Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, sampai saat ini dirinya belum menerima informasi perihal status fungsi alat tersebut meski setiap tanggal 26 selalu dilakukan uji coba suara sirine.

“Informasi dari BMKG belum tahu apakah alat itu berfungsi atau tidak. Hanya saja setiap tanggal 26 selalu dibunyikan untuk memeriksa kegunaannya,” kata Asep saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/10/2018).

Beredarnya pemberitaan alat deteksi tsunami di Indonesia banyak yang tidak berfungsi, membuatnya khawatir. Oleh karenanya BPBD Pandeglang akan melakukan koordinasi dengan BMKG Kelas I Serang sebagai pengelola alat peringatan tsunami tersebut.

“Tentunya hal itu (koordinasi, red) akan kami lalukan, karena informasinya juga banyak daerah lain yang mengalami hal itu. Nanti akan kami lakukan koordinasi dengan BMKG soal alat deteksi tersebut,” imbuhnya.

Sedangkan menyangkut status Pandeglang yang rawan bencana gempa dan tsunami, Asep mengatakan bahwa langkah mitigasi seringkali dilakukan BPBD. Bahkan kini sosialisasi tentang kebencanaan juga kerap kali disampaikan melalui Media Sosial. Akan tetapi harus diakui, dari sisi infrastruktur menghadapi bencana di Pandeglang belum memadai.

“Dengan panjang pantai yang melebihi 100 kilometer, meliputi 11 kecamatan dan 42 desa yang rawan dihantam bencana, Pandeglang hanya mempunyai tiga alat peringatan tsunami. Belum lagi fasilitas shelter tsunami yang hanya terdapat di Labuan. Kami usulkan agar dibangun lagi di daerah Sobang atau Panimbang karena kedua daerah itu datar, tidak ada perbukitan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tarjono menyampaikan, sirine peringatan tsunami kini tidak lagi dikelola oleh BMKG, melainkan sudah dihibahkan ke BPBD Provinsi Banten. Namun begitu, dia menegaskan bahwa alat di tiga lokasi itu masih berfungsi dengan baik.

“Karena setiap tanggal 26 selalu dilalukan uji coba. Di samping itu, meski alat sudah dihibahkan, namun tanggungjawab secara software tetap kami pantau,” tegas Tarjono. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.