Ribuan Masyarakat Padati Istigasah di Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan sekaligus menyambut Hari Besar Islam, Tahun Baru Islam 1440 H, Forum Alumni Santri Salafiyah Darul Bayan menggelar Istighotsah dan Ceramah dengan mengusung tema “Melalui Doa dan Istigasah Bersama, Kita Wujudkan Rasa Syukur dan Cinta Tanah Air Menuju Indonesia Gemilang”.

Kegiatan tersebut digelar hingga sekitar pukul 23.00 WIB di halaman Pondok Pesantren Darul Bayan, Kp. Gembong Desa Mekarjaya Kec. Panimbang dan dihadiri sekitar 3.000 orang diantaranya Tokoh Agama Banten Abuya Muhtadi, Tokoh NU Banten KH Zamzami Yusuf, Ketua MUI Pandeglang KH Hamdi Ma’ani, Pengurus PWNU Banten KH. Khazinul Asror, dan Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna, Ketua Yayasan Ponpes Darul Bayan Kiai Sahowi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Ponpes Darul Bayan Kiai Sahowi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, apalagi dihadiri oleh Abuya Muhtadi. Di sisi lain, pihaknya menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar dengan tujuan agar mempererat persatuan dan kesatuan terutama menjelang tahun politik.

“Terima kasih atas kedatangan para undangan terutama Abuya Muhtadi, mudah-mudahan selalu sehat dan kita semua diberkahi Allah. Seperti kita ketahui bahwa di tahun politik tidak jarang menimbulkan perpecahan, membuat bangsa terpecah belah karena ego, hasut, fitnah bahkan menyebarkan hoaks. Untuk itu, kita harus menguatkan diri dahulu, untuk menahan diri, karena introspeksi diri hal ini sangat dibutuhkan untuk membentengi diri dari keterceraiberaian, tugas kita ke depan sangatlah berat, begitu banyak serangan dari kanan dan kiri terhadap falsafah negara kita. Namun, berkat adanya Ulama semua itu tidak akan mungkin terjadi,” jelasnya, Jumat malam, (7/9/2018).

Ia menegaskan, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Pancasila, merupakan 4 pilar Bangsa Indonesia yang harus dijaga karena semuanya adalah amanah para ulama dan kiai, juga merupakan kunci dari pada persatuan dan kesatuan umat.

“4 Pilar kebangsaan ini mulai kita bangkitkan kembali di pondok pesantren khususnya Pandeglang sebagai daerah ulama dan santri. Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar meningkatkan perhatiannya kepada pondok pesantren maupun majelis seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna menambahkan, di tahun politik yang semakin mendekat, kegiatan istigasah dan ceramah kebangsaan adalah kegiatan yang tepat dilakukan.

“Masing masing dari kita harus interospeksi diri, jangan termakan rayuan setan yang menyesatkan dengan segala ambisinya. Kita selalu menunjuk hidung orang lain, merasa diri bersih, suci dan benar. Orang lain atau kelompok lain adalah salah dan hina,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Tokoh NU Banten KH. Zamzami Yusuf menuturkan, tahun kemerdekaan dan tahun baru Islam berdampingan, ini mengisyaratkan bahwa kemerdekaan sesungguhnya tidak terlepas dari Islam dan Pondok Pesantren Salafiyah sebagai prajurit pengamanan kemerdekaan itu.

“Setiap tahun masyarakat Pandeglang menggelar perayaan Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Islam. Namun tidak sedikit pula yang merayakannya mengikuti budaya luar, alhamdulillah saya bangga karena doa dan istigasah ini diselenggarakan untuk menyambut dan merayakan hari besar tersebut. Marwah kita sebagai umat Nabi Muhammad belum sepenuhnya pudar, saya optimis bahwa Islam akan selalu jaya dan Indonesia akan terbentengi dengan akhlak yang seperti ini,” jelasnya panjang lebar.

Lebih lanjut ia menuturkan, saat ini masyarakat Indonesia terutama masyarakat Pandeglang butuh para ulama yang menenangkan, para ulama yang tidak pernah menebarkan kebencian pada sesamanya, layaknya ajaran akhla kedamaian yang selalu dicontohkan Nabi Muhammad.

“Diharapkan dengan istigosah ini, masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pandeglang menjadi daerah yang aman dan sejahtera baik kaya akan alam, juga tinggi dengan akhlak budi pekertinya. Pandeglang harus menjadi pelopor di segala daerah, khususnya mempersatukan umat,” tutupnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!