Sekitar 600 Warga Pandeglang Masuk Dalam Form A1-KWK

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka ruang seluas-luasnya agar warga atau pemilih terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS) sehingga hak politik warga negara untuk mengikuti pencoblosan pada Pemilu 2019 mendatang dapat terakomodir.

“Kami crosscheck, kesesuaian antara DPS hasil pleno dengan DPS yang sudah diumumkan, kami juga crosscheck sudah sejauh mana tanggapan masyarakat setelah uji publik dan ternyata ditemukan banyak juga, dari 13 kecamatan itu ada sekitar 617 warga yang belum masuk kedalam DPS terdiri dari pemilih pemula, ada yang sudah pindah terus berdomisili kembali kesana. Ratusan warga itu masuk dalam form A1-KWK atau formulir tanggapan masyakat, nanti itu yang akan dijadikan dasar perbaikan pemilih,” jelas Ketua Divisi Program dan Data KPU Pandeglang Andri saat ditemui diruangannya, (11/07/2018).

Ia mengakui, Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) memiliki keterbatasan dalam melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Selain itu, dari 35 kecamatan yang ada di Pandeglang, hanya 13 kecamatan yang dijadikan sampel untuk dilakukan uji publik.

“13 kecamatan sebagai sampling, kadang memang Pantarlih dalam melakukan Coklit terbatas,” imbuhnya.

Uji Publik dilakukan KPU Pandeglang merupakan upaya untuk memastikan hasil dari uji publik yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“PPK, PPS sudah melakukan uji publik sudah terjun ke lapangan sebelum kami (KPU Pandeglang, pen) turun dan sudah melakukan uji publik DPS ke RT dan RW. Sebenarnya masa tanggapan masyarakat ini sudah selesai pada tanggal 8 juli kemarin tetapi kami meyakini ada banyak pemilih belum masuk di DPS,” tutupnya.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!