BNNP Banten Sebut Banten Darurat Narkoba

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Saat ini Provinsi Banten darurat narkoba dikarenakan bentang laut yang cukup luas sehingga berpotensi masuk jaringan sindikat narkoba baik internasional maupun nasional antarpulau.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten AKBP Abdul Majid disela-sela Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2018 di Alun-alun Pandeglang, (14/07/2018).

Ia menambahkan, pernyataan Banten darurat narkoba dibuktikan dengan banyaknya temuan penyalahgunaan narkotika di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Jaringan internasional Tiongkok dikendalikan di Anyer yang mengelola 1 ton sabu-sabu, di Tangerang terdapat industri pil ekstasi, dimana BNNP Banten telah menyita 2 mesin pencetak pil ekstasi. Belum lama ini BNNP Banten menyita 24.000 butir PCC dan mobil di Lebak. Belum lagi yang di Kragilan dan Cikande yang tahun 2006,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Provinsi Banten bukan hanya sekedar pangsa pasar narkotika saja, tetapi juga sudah menjadi industri narkotika yang lintas negara.

“Harapan kami ada kepedulian yang sangat besar dari pemerintah khususnya Provinsi Banten,” sambungnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, BNNP Banten mendirikan stan yang memajang replika berbagai jenis narkotika, misalnya tanaman ganja, kokain, sabu-sabu, ekstasi, nikotin dan sejenisnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!