Bekraf dan Pemkot Ambon Sosialisasi AMKMD

MENARAnews, Ambon (Maluku) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon menggelar Sosialisasi Ambon Menuju Kota Musik Dunia (AMKMD) yang akan diakui UNESCO tahun 2019.

Hadir dalam kegaitan tersebut, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi, Ari Juliano Gema, Direktur Fasilitasi HKI, Robinson Sinaga, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Perangkat Organisasi daerah (OPD) di lingkup Pemkot Ambon, para musisi Kota Ambon, Ambon Musik Office (AMO), para camat, raja, kepala desa se-Kota Ambon.

Fasilitasi HKI dan Regulasi, Ari Juliano Gema mengatakan, untuk menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang diakui oleh UNESCO membutuh dukungan dari masyarakat, dalam hal ini komunitas di daerah masyarakat adat yakni insan musik di Kota Ambon agar mereka mau berpartisipasi dan mendukung cita-cita atau tekad menjadikan Ambon sebagai Kota musik dunia.

“Kami mengundang semua pemangku kepentingan di Kota Ambon dalam kegiatan ini agar mereka dapat bahu-membahu dan berpartisipasi mendukung Ambon,” kata Juliano, Rabu siang (11/7/2018).

Dikatakannya, peran dari seluruh pemangku kepentingan termasuk raja dan kades adalah untuk membantu Bekraf untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Karena ketika Ambon dalam rangka persiapan maupun sudah ditetapkan UNESCO sebagai kota musik standar nasional, tentunya ada banyak pihak yang akan datang ke Indonesia khususnya kota Ambon,” ucapnya.

Untuk itu, adanya persiapan dari masing-masing daerah tertentu dengan kedatangan pihak-pihak tersebut untuk melihat Ambon sebagai kota musik dunia.

“Dari masing-masing daerah seperti RT/RW, desa, kecamatan dan kelurahan bisa mempersiapakan diri seperti persiapan satu kawasan untuk kuliner dan kerajinan, itu akan baik bagi daerah itu sendiri,” paparnya.

Semantara itu, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler menyampaikan, Kota Ambon telah sukses dalam berbagai event nasional yang terselenggara di Ambon. Untuk itu, Ia berharap, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman, menjembatani berbagai pemikiran dan memberi ruang bagi seluruh stakeholder dengan tercipta komunikasi dan koordinasi untuk saling membagi informasi dan pemikiran yang positif untuk memperoleh pengakuan UNESCO bahwa Kota Ambon layak dan masuk dalam jaringan Kota musik dunia tahun 2019 mendatang.

“Kita harus tetap semangat dalam gerak langkah untuk membangun Kota Ambon yang kita cintai sebagai kota musik dunia tahun 2019,” harapnya. (eo-ima)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!