Petugas Temukan Oknum Naikkan Tarif Angkutan Hingga 3 Kali Lipat

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten dan Dinas Perhubungan Pandeglang menggelar sidak tarif angkutan orang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kadubanen Pandeglang.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang Dadan Tafif Danial didampingi Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Pandeglang Entong Haromaen dan para Kabid serta petugas Dishub lainnya.

Kepala Dishub Pandeglang Dadan Tafif Danial, hasil dari sidak diantaranya terdapat penumpang yang dimintai tarif hingga 3 kali lipat. Selain itu, ada juga penumpang yang dimintai tarif lebih dari batas atas tetapi tidak sampai 2 kali lipat.

“Ada aturan, sesuai hasil rapat. Jangan semena-mena menaikkan tarif. Boleh ada kenaikan, tapi jangan kenaikan sepihak. Yang mestinya paling tinggi tarif 30 ribu tapi diminta 90 ribu, angkutan jurusan Labuan-Kalideres,” ungkapnya, (10/06/2018).

Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pandeglang Entong Haromaen mengatakan, pihaknya melakukan sidak kepada sejumlah Perusahaan Otobus (PO) di Pandeglang, dan hasilnya masih ada yang menaikkan tarif secara sepihak. Untuk itu, pihaknya meminta agar uang penumpang dikembalikan dan disesuaikan dengan harga yang telah ditentukan.

“Tadi ada penumpang yang diminta tarif 80 ribu, padahal tarif ketentuan berdasarkan tarif batas atas 30 ribu. Kalau naik 10 ribu sampai 20 ribu kita masih toleransi. Ada juga mahasiswa yang mau ke Panimbang dikenakan 50 ribu, padahal sesuai ketentuan, mahasiswa cuma bayar 50 persen dari tarif yang ditentukan,” sebutnya.

Salah satu penumpang atas nama Fuji mengakui tidak mempermasalahkan kenaikan tarif yang diatas dari ketentuan yang berlaku. Pihaknya berlasan karena kenaikan tersebut hanya sekali dalam setahun.

“Iya saya ikhlas, wajar, uangnya tidak usah dikembalikan,” singkatnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, selain temuan kenaikan tarif yang signifikan, tim gabungan juga mendapati kendaraan yang tidak layak beroperasi.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM. 36 Tahun 2016 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK. 1917/AJ/081/DRJD/2016. Ditetapkan tarif angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), yaitu jalur Labuan ke Kalideres Rp 30.000, jalur Pandeglang ke Kalideres Rp 25.000, dan jalur Serang ke Kalideres Rp 20.000. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!