Miris…. Petugas Dishub Temukan Sejumlah Kartu Pangawasan Angkutan Palsu

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Tim Monitoring Tarif Angkutan Umum Dinas Peehubungan dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, melakulan pemeriksaan tarif angkutan di Terminal Kadubanen, Selasa (12/6/2018).

Belasan bus AKAP maupun AKDP dari berbagai jurusan menjadi target sasaran petugas. Setiap bus diberhentikan untuk ditanyai soal tarif dan surat kelengkapan kendaraan.

Hasilnya, hampir semua bus yang diperiksa terbukti menaikan tarifnya secara sepihak. Bahkan beberapa diantaranya menerapkan tarif lebaran hingga 200 persen dari tarif normal.

Kasi Angkutan Dishub Provinsi Banten, Achmad mengatakan, oknum angkutan yang menaikkan tarif secara sepihak akan dikenai sanksi administrasi, baik pencabutan izin trayek atau pemberhentian operasi selama satu minggu hingga satu bulan.

“Ada sanksi yang kami lakukan, baik administrasi maupun yang lainnya,” katanya.

Ia menuturkan, angkutan yang menaikkan tarif sepihak seringkali menjadi persoalan setiap tahun jelang lebaran. Berbagai tindakan sudah dilakukan namun tidak juga membuat oknum angkutan jera. Bahkan kadangkala, penumpang merasa tidak keberatan dengan kenaikan tarif tersebut.

“Kadang penumpang justru merasa nyaman. Meski keluar ongkos besar, tapi dengan tujuan dan tumpangan yang sesuai maka penumpang tersebut tidak protes. Jadi kami tidak bisa bertindak,” tuturnya.

Sementara dari sisi kelengkapan, ditemukan sejumlah angkutan AKDP yang memalsukan surat izin trayek. Sehingga mereka harus berurusan dengan petugas Dishub Provinsi Banten.

“Mereka yang izinnya palsu kami tilang nanti diurusnya di kantor Dishub Banten. Kami belum tahu surat izin itu siapa yang terbitkan,” ucap Achmad.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk mengetahui keaslian Kartu Pengawasan, pihak perusahaan angkutan dapat mengecek keaslian Kode Batang atau Barcode disebelah kiri kartu.

“Kita sudah menyampaikan, kita sudah punya Barcode (kode batang, pen) bisa diklik, bisa diakses, dan disitu akan muncul nomor kendaraan. Itu bisa dilacak palsu atau tidak,” sebutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Dadan Tafif Danial menambahkan, operasi gabungan dilakukan karena pihaknya menerima banyak keluhan dari penumpang. Maka ketika ditemukan kasus tarif yang mencekik, pihaknya mendesak agar kondektur atau sopir bus, mengembalikan kelebihan tarif.

“Kami operasi gabungan karena banyak informasi soal tarif yang melonjak. Kami berupaya menanyakan kesetiap penumpang. Kalau misalnya naik, maka lebihnya harus dikembalikan. Kemarin ada tarif yang di atas normal mencapai Rp150 ribu,” beber Dadan.

Maka dari itu, dirinya mengimbau penumpang agar tidak ragu melaporkan tindakan oknum bus yang menaikan tarif secara sepihak. Karena sejak pekan lalu, Dishub telah mengumumkan tarif resmi lebaran dan ditempel disetiap armada bus.

“Kami sudah memasang stiker tarif resmi, tetapi ada saja oknum yang bandel melepas informasi tarif tersebut. Tetapi masyarakat segera lapor kalau tarifnya melonjak,” pesan Dadan. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!