BPBD Petakan Jalur Mudik Rawan Longsor di Ujung Barat Pulau Jawa

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang memetakan sejumlah titik rawan longsor yang dilalui oleh para pemudik. Titik tersebut berada di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Cadasari, Mandalawangi, Pulosari, Panimbang, dan Kecamatan Angsana. BPBD Pandeglang menila tanah dikawasan tersebut tidak stabil sehingga berpotensi mudah terjadi longsor.

Kepala Seksi (Kasi) Damkar Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, kelima daerah yang rawan longsor tersebut berada di jalur mudik.

“Daerah pertama yang rawan longsor ada di jalan AMD Lintas Timur, yaitu di jalur Lebak Seureruh karena ada penggalian, tahun kemarin juga ada longsor, kemudian di Mandalawangi di Tanjakan Bangangah, kita khawatir di sana terjadi longsor, kemudian di daerah yang ke arah Panimbang dan Angsana juga sama, dan yang terakhir di Kecamatan Pulosari, daerah itu yang sering terjadi longsor di sana,” ungkapnya saat ditemui di Kantor BPBD Pandeglang, (12/06/2018).

Guna mengantisipasi terjadinya longsor di lima daerah tersebut, pihaknya telah memberikan imbauan kepada masyarakat dan menempatkan petugas untuk berjaga, khususnya di Kecamatan Pulosari karena daerah tersebut yang paling rawan terjadi longsor. Selain itu, pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu khusus agar pengguna jalan lebih berhati-hati lagi.

“Kita sudah mengasih himbawan bagi para pendaki gunung tidak boleh melewati yang kemarin longsor karena masih rawan. Sedangkan untuk yang dijalur mudik, kita selalu melakukan pemantauan terhadap lokasi itu, kalau misalkan ada tanda-tanda akan longsor, kita akan segera bertindak. Kita juga sudah pasang rambu-rambu di sekitar Tanjakan Bangangah,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga posko kebencanaan yang terdiri dari lima belas personil dan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya tanah longsor dan kebakaran.

“Setiap harinya ada petugas piket BPDB berjumlah 15 orang dengan menggunakan sistem shift. Mereka bertugas mengawasi lokasi yang rawan longsor serta daerah yang rawan terjadi kebakaran yaitu di pusat perkotaan,” sebut mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang itu. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!