http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

LBH Semarang: Ada Indikasi Dugaan Pelanggaran Kode Etik oleh Kepolisian dalam Kasus PT. RUM

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Kasus kriminalisasi terhadap aktivis penolak pencemaran yang dilakukan oleh PT RUM di Kabupaten Sukoharjo masih terus berlanjut. Saat ini terdapat lima orang (Muhammad Hisbun Payu, Kelvin Ferdiansyah Subekti, Sutarno, Sukemi Bin Edi Soesanto, Brillian Yosef Nauval) yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kelimanya saat ini berstatus tahanan titipan Polres Sukoharjo di Polda Jawa Tengah.

Penolakan warga terhadap keberadaan PT RUM diawali karena bau busuk yang dihasilkan akibat kegiatan operasionalnya. Ribuan warga Kecamatan Nguter Kab. Sukoharjo dan sekitarnya harus menanggung bau busuk selama berbulan-bulan. Semenjak Oktober 2017, warga telah melakukan berbagai upaya, baik menyampaikan keluhan secara langsung kepada PT RUM, audiensi kepada Pemkab dan DPRD Kab. Sukoharjo, serta melakukan pelaporan ke kepolisian terkait dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan. Namun, tidak ada tindak lanjut atas laporan yang dilakukan warga tersebut hingga akhirnya warga memutuskan untuk melakukan blokade di depan PT RUM pada tanggal 23 Februari 2018. Blokade yang dilakukan ratusan warga tersebut ditujukan untuk menunggu penerbitan SK Bupati tentang penghentian sementara kegiatan produksi PT RUM sebagaimana dijanjikan Bupati Sukoharjo sehari sebelumnya. SK yang dijanjikan akan diterbitkan pukul 10 pagi tersebut, tidak kunjung diterbitkan hingga siang hari. Kemudian, warga mendapatkan informasi bahwa Bupati Sukoharjo tengah berada di Bali untuk menghadiri agenda partai politik. Karena merasa didustai oleh Bupati, warga yang telah menghirup bau busuk selama berbulan-bulan mulai resah. Kemudian terjadilah kericuhan hingga akhirnya pada sore hari SK tersebut diterbitkan. Tentu, terlihat jelas bahwa tidak ada niatan warga untuk ricuh pada saat melakukan blokade. Tindakan Bupati-lah yang menyebabkan terjadinya kericuhan.

Semenjak dilakukan penangkapan dan kemudian penahanan terhadap kelima Tersangka pada Maret lalu, LBH Semarang sebagai kuasa hukum menilai terdapat beberapa kejanggalan yang terindikasi sebagai tindakan pelanggaran kode etik kepolisian yang dilakukan oleh Para Penyidik Polres Sukoharjo serta Kepala Rutan Polda Jawa Tengah. Diantaranya, proses penangkapan yang sewenang-wenang oleh penyidik, tidak transparannya proses penangkapan yang dilakukan oleh penyidik kepada pihak keluarga, mempersulit para tersangka dalam mendapatkan turunan BAP, serta minimnya pelayan kesehatan kepada para tersangka.

Selain itu, hingga saat ini, pihak Polres Sukoharjo juga belum merespon permintaan penangguhan penahanan kelima orang tersangka meskipun sudah dimintakan sejak bulan Maret. Tidak ada alasan yang jelas dari Polres Sukoharjo terkait hal ini.

Untuk itu, LBH Semarang mendesak Penyidik Polres Sukoharjo dan Kepala Rutan Polda Jawa Tengah untuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Bahwa tindakan yang yang telah dilakukan oleh Penyidik Polres Sukoharjo dan Kepala Rutan Polda Jawa Tengah sebagaimana disebutkan diatas juga merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Selain itu, profesionalitas serta objektivitas Bid Propam Polda Jawa Tengah untuk menindaklanjuti laporan ini tentu akan sangat berkontribusi untuk penegakan hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Terakhir, sebagaimana yang selalu disampaikan para tersangka selama proses penyidikan berlangsung, kami mendorong agar Polres Sukoharjo dapat segera menindaklanjuti laporan tindak pidana pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT RUM karena telah menyebabkan warga menghirup udara busuk selama berbulan-bulan. Selain itu, Polres Sukoharjo juga harus memproses secara hukum pemukulan yang dilakukan oleh anggota kepolisian yang berjaga saat warga melakukan aksi blokade di depan PT RUM pada tanggal 23 Februari 2018.

Alih-alih melakukan kriminalisasi kepada aktivis penolak pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT RUM, Polres Sukoharjo harus memiliki nyali dalam melakukan penegakan hukum terhadap PT RUM dan anggotanya yang melakukan pemukulan terhadap warga penolak pencemaran PT RUM. (Ar)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.