Kongres BEM PTNU ke-VI Siap Tangkal Terorisme dan Radikalisme

MENARAnews, Semarang (Jateng) – “Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) ke-VI Nusantara dengan tema “Meneguhkan Peran Serta BEM PTNU dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme”, akan diselenggarakan pada tanggal 26 s.d. 29 April 2018 di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang,” ungkap Ketua BEM Unwahas Semarang Afiffudin sore ini (12/3).

Lanjut Afiffudin, Kongres BEM PTNU Nusantara ke-VI ini merupakan kali kedua terselenggara di Unwahas Semarang setelah sebelumnya terlaksana pada tahun 2008. Unwahas Semarang terpilih sebagai tuan rumah kembali dari hasil keputusan musyawarah bahwa kegiatan Kongres supaya diselenggarakan di tengah-tengah Jawa Tengah untuk memudahkan akses peserta. “Hal ini juga karna Presidium Nasional BEM PTNU Bustana Afthoni juga dari Universitas Wahid Hasyim,” jelas Afiffudin.

Dirinya turut menjelaskan bahwa salah satu tujuan kongres kali ini adalah peneguhan PTNU sebagai Kampus Aswaja Islam Nusantara dan menjadikan PTNU sebagai Pusat Kaderisasi Paham Kebangsaan. “Kegiatan ini akan menghadirkan beberapa Narasumber ahli di bidangnya seperti Kemenristekdikti/LPTNU Prof. Nasir, Kepala BNPT, Kapolri, Menteri Agama dan Anggota DPR RI Noor Ahmad,” lanjut Afiffudin.

Melihat pada era milenial ini, lanjut Afiffudin, terdapat hasil survei terbaru dari Mata Air Foundation dan Alvara Research Center, bahwa sebanyak 23,4% mahasiswa dan 23,3% pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah. Tentunya ini adalah tantangan dan peringatan bagi Perguruan Tinggi terutama PTNU yang melalui LPTNU dan juga di organisasi di kalangan mahasiswa BEM PTNU turut berperan aktif dalam menangkal radikalisme dan terorisme.

“Sesuai rencana, nantinya Kongres BEM PTNU ke-VI ini akan dihadiri oleh sekitar 250 peserta perwakilan Perguruan Tinggi NU se-Indonesia. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Prof.Dr.H. Noor Achmad, MA, dengan harapan setelah terselenggarakannya kegiatan ini, BEM PTNU lebih mampu memahami nilai-nilai Pancasila untuk mencegah faham-faham yang menodai bangsa, agama, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia serta menjaga keutuhan NKRI,” tutup Afiffudin.

Seperti diketahui sebelumnya, BEM PTNU berdiri pada tahun 2007 di Gedung PBNU, beranggotakan perguruan tinggi yang berada dibawah struktur NU dan secara kultural memiliki kesamaan visi dan misi dengan NU. Sejauh ini regionalisasi yang ditetapkan antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabodetabek, Bali, Papua, Indonesia Timur dan Sumatera – Kalimantan. (Ar)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!