Diskusi Publik Jasmara “Mereduksi Isu SARA, dan mencari pemimpin yang Nasionalisme, Pro Kebhinekaan dan tidak Intoleran”

MENARAnews, Cianjur (Jawa Barat) – Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (HIMAT) kembali menggelar diskusi publik JASMARA (Jaring Aspirasi Mahasiswa dan Rakyat) yang ke-empat, dengan mengusung tema “Prahara Isu SARA di Pusara PILKADA” (Mereduksi Isu SARA yang Intoleran, Mengedepankan Semangat Kebangsaan serta Menjadi Pemilih yang Pro Kebhinekaan), di Gedung KNPI kab. Cianjur (09/03/18)

Dalam diskusi JASMARA itu, Himat langsung menjadi Pembicara  yang diwakilkan oleh Muhammad Fadhil Fahmi (Ketua Umum HIMAT) dan ditemani oleh Hendra (wakil ketua Bidang Advokasi dan Propaganda Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia/PD GPII Kabupaten Cianjur).

Muhammad Fadhil Fahmi mengungkapkan bahwa diskusi Jasmara seperti biasa bergerak dari bawah dengan menampung aspirasi dan keluhan dari mahasiswa serta masyarakat Cianjur yang kemudian dijadikan tema dalam diskusi publik, kemudian melihat situasi kondisi yang saat ini memasuki tahun politik maka Himat ingin meredusir setiap isu Sara dan penyebaran informasi hoax yang sering kali digunakan dalam suasanan pilkada.

“Sebagaimana mahasiswa dan kaum pemuda intelek harus mencari solusi dan menyikapi dengan bijak untuk menghadapi penyebaran isu sara apalagi informasi hoax yang sangat rentan memperbelah kebhinekaan kita, jadi dengan adanya isu sara ini dapat dipergunakan untuk kepentingan politik yang dapat memicu perang horizontal dan vertikal. kemudian Sebagai mahasiswa harus lebih bijaksanaan menyikapi ini minimal diri kita sendiri bisa membatasi dan memilah memilah apa yang kita dapat dan kita bagikan” ungkap Fadhil

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Hendra yang juga menjadi narasumber, bahwa tahun 2018 sekarang ini menjadi tahun politik, dimana berita berita yang tidak benar terus meningkat dan Isu Isu sara bahkan hoax muncul untuk memperkeruh keadaan. Fenomena ini biasa muncul menjelang saat pilkada dan oknum penyebar itu  hadir dalam memperkeruh pilkada dan ingin menguntungkan salah satu pihak yang berkepentingan.

“Ketika kita mendapat informasi jangan langsung diposting akan tetapi alangkah baiknya harus dicerna terlebih dahulu, karena dalam Islam ada istilah tabayun yaitu kejelasan. Jadi kita sebagai muslim dan kaum intelek itu harus tabayun, apa yang kita dapatkan harus mengindentifikasi terlebih dahulu, apakah berita ini benar atau tidak terutama sumber kejelasannya.” Ujar Hendra

Diskusi yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kab. Cianjur, Mahasiswa Universitas Suryakancana (UNSUR), Mahasiswa dan pemuda dari GPII kab. Cianjur kemudian beberapa mahasiswa Himat dan lainya, sangat antusias dalam mengikuti diskusi terlihat ketika sesi tanya jawab diberikan.

Diakhir acara, Fadhil menyampaikan Himat mengajak kepada seluruh peserta terutama mahasiswa Cianjur agar turut serta dan mendukung rencana aksi deklarasi Himat bersama dengan seluruh komponen mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Cianjur untuk menyuarakan penolakan penggunaan isu Sara dan penyebaran informasi hoax yang dikaitkan dalam pilkada terutama pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018. Kemudian menyuarakan dukungan untuk menjadi pemilih yang mengutamakan pemimpin yang nasionalis, Pro-Khebinnekaan, dan tidak intoleran sebagai bentuk wujud tindak lanjut dari diskusi Jasmara.

“sebagai bentuk tindak lanjut dari Jasmara ini, Himat berencana mengajak seluruh komponen mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Cianjur untuk menyuarakan penolakan penggunaan isu Sara dan penyebaran informasi hoax yang dikaitkan dalam pilkada terutama pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Selain itu, Himat juga mengajak untukmenjadi pemilih yang memilih pemimpin nasionalis, Pro-Khebinnekaan, dan tidak intoleran agar Indonesia terutama Jawa barat tidak hancur karena isu Sara dan penyebaran informasi hoax”. Tutup Fadhil. (OR)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!