Blokir Jalan Pelabuhan Hingga Ancam Golput Pada Pemilu, Nelayan Trawl Bengkulu Protes Pemerintah

MENARAnews, Bengkulu – Peliknya pemasalahan nelayan tradisional trawl dan non-trawl masih menyisakan buntut yang panjang.

Seperti Rabu pagi (07/03/2018) lebih dari 700 orang masyarakat nelayan trawl yang berada di kawasan Pulai Baai, Kec. Kampung Melayu, Kota Bengkulu, melakukan pemblokiran jalan utama Pulau Baai (depan PPI wilayah Kp. Bahari Pulau Baai).

Masyarakat yang geram dengan setiap dialog, pertemuan yang tetap berujung pada pelarangan beropersinya trawl, sepakat melakukan aksi pemblokiran jalan hingga ada solusi diperbolehkannya kembali kapal trawl untuk melaut.

Tak terkecuali IRT di Pulau Baai yang ikut turun aksi pemblokiran jalan utama tersebut. Saat dilakukan mediasi oleh Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart bersama Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Agus Izudin, S.T., DitPolair Bengkulu Kombes Pol. Hindra, S.Sos., MM., dan Wakapolda Bengkulu Kombes Budi Wijanarko kepada masyarakat yang diwakili oleh tokoh ibu-ibu nelayan Pulau Baai, Syarifah mengatakan, “kami sudah bosan dengan solusi-solusi tidak jelas ujungnya nelayan trawl gak boleh jalan lagi Pak, ini cuma masalah perut, jika trawl tidak melaut kami makan apa, anak kami juga gak bisa sekolah” protesnya saat mediasi.

“Tadi dikatakan,” tambah Syarifah, “Gubernur mau kesini, tapi kenyataannya dia tidak datang kesini, bagaimana kami mau mengeluhkan nasib kami sebagai masyarakat yang dipimpinnya” ketus Syarifah.

Dari proses mediasi, DitPolair Bengkulu Hindra menyampaikan “aksi ini tidak berizin, karena itu Pak Gubernur tidak mau kesini” ujar Hindra.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pihak Kepolisian tidak memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan apapun terkait masalah trawl ini.

Mediasi sempat memanas hingga diluar masyarakat masih berteriak. Bahkan muncul statement bahwa masyarakat nelayan trawl akan golput di semua jenis pemilu, karena dinilai percuma memilih jika pemerintah dinilai tidak becus mengurus rakyatnya. Namun, kondisi berangsur mereda saat Wakapolda Bengkulu menjanjikan penyelesaian masalah ini.

“Tugas Kepolisian selain menjaga kondusifitas kamtibmas, juga mengamankan objek vital negara” jelas Wakapolda.

“Karena kegiatan ini mengganggu kamtibmas,” lanjutnya, “kami memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah ini besok (08/03/2018) di Polda Bengkulu dengan pemerintah hingga ada titik temu solusinya” tegas Wakapolda dalam menjanjikan adanya solusi yang adil bagi masyarakat.

Wakapolda juga meminta kepada warga untuk menyudahi aksi blokir ini.

Warga menuruti dan sekitar pukul 12.00 WIB, kayu yang digunakan untuk memblokir jalanpun disingkirkan.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!