BEM SERA Merespon Penangkapan Aktivis Lingkungan PT. RUM

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Siang ini (22/3) Aliansi BEM Semarang Raya yang terdiri dari BEM UNISSULA, BEM UNDIP, BEM KM UNNES, BEM UNWAHAS, BEM UPRIS, BEM USM melakukan aksi bertema polemik permasalahan PT Rayon Utama Makmur (PT. RUM) dan penangkapan aktivis lingkungan PT. RUM di depan Patung Kuda Undip Pleburan.

Menurut keterangan kordinator aksi Aurum, permasalahan bau yang dihasilkan dari limbah PT RUM hingga saat ini belum diselesaikan- Selain menganggu aktifitas kegiatan warga setempat juga berdampak pada kesehatan warga. Puluhan warga terdampak terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan ada satu bayi yang meninggal karena gangguan pernapasan. Tak berhenti disitu, lanjut Aurum, limbah PT RUM mencemari air di daerah tersebut, terdapat dua sumur milik warga yang berubah menjadi keruh sehingga tidak dapat digunakan lagi.

“Aksi pada 22 Februari 2018 di depan Kantor Pemerintah Sukoharjo menuntut pencabutan dan pembekuan izin lingkungan PT RUM. Pada 23 Februari 2018 aksi kembali digelar dengan melakukan blokade di PT RUM. Aksi ini diperparah dengan tindakan represif dari aparat yang melakukan penyekapan, penyiksaan dan pemukulan kepada 3 masa aksi sehingga emosi warga memuncak dan membakar pos satpam,” kata Aurum dalam aksi yang dijadwalkan digelar di Mapolda Jateng itu tapi dilarang oleh aparat.

Bukannya mengusut pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. RUM, menurut Aurum, Polisi justru melakukan tindakan kriminalisasi kepada pejuang-pejuang lingkungan yang sedang berjuang untuk kelestarian lingkungan terdampak dengan menggunakan insiden pembakaran tersebut. Pengamanan PT RUM melibatkan berbagai unsur yaitu Kepolisian, Brimob dan TNI.

Ini isi tuntutan BEM Semarang Raya dalam aksinya :

1. Hentikan Kriminalisai Rakyat dan Pejuang penolak PT. RUM.

2. Bebaskan Pejuang Lingkungan Hidup yang ditahan di Polda Jateng.

3. Usut tuntas pelanggaran yang dilakukan PT. RUM.

4. Cabut bekukan Izin Lingkungan Hidup PT. RUM.

5. Tarik Aparat dari kegiatan pengamanan PT. RUM.

“Kami mendesak Polda Jateng untuk menindaklajuti tuntutan diatas. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membersamai ikhtiar kami,” tutup Aurum. (Ar)