Aksi Tuntut Kasus P3T Diwarnai Pengrusakan Pintu Kantor DPRD Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), saat ini melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor DPRD dan Kejaksaan Negeri Pandeglang.

Para mahasiswa ini melakukan aksi menuntut penyesaian kasus korupsi yang diduga melibatkan anggota DPRD pada program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan tertinggal (P3T)

Selain berorasi, pengunjuk rasa juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Usut Tuntas Dugaan korupsi oknum dewan pada proyek P3T”.

Salah satu orator Zaki mengatakan bahwa pihaknya meminta Kejari Pandeglang agar bekerja secara profesional sesuai dengan azas hukum efektif dan efisien.

“Kami mendorong supremasi hukum agar ditegakkan seadil-adilnya. Jangan sampai kredibilitas DPRD dan Kejari Pandeglang tidak dipercaya oleh rakyat,” teriaknya di depan Kantor Kejari Pandeglang, (8/3/2018).

Massa aksi kemudian ditemui oleh Kasi Intel Kejari Pandeglang Edius Manan yang mengatakan bahwa kasus korupsi program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan tertinggal masih dalam pemeriksaan intensif oleh pihak kejari Pandeglang.

“Kami meminta kepada masyarakat khususnya massa aksi agar bersabar dan memberikan waktu bagi aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi sempat berlangsung ricuh di Kantor DRPD Pandeglang, bahkan sampai membuat pintu utama kantor DPRD Pandeglang mengalami kerusakan. Akibat kejadian tersebut, sejumlah mahasiswa diamankan oleh pihak kepolisian.

Dalam aksi ini dikawal langsung oleh Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono. Sempat terjadi dialog antara perwakilan massa aksi dengan Kapolres Pandeglang.

“Aksi ini legal, rekan-rekan (massa aksi, pen) sudah diberi izin. Tapi apa yang terjadi? Itu pintu kantor DPRD rusak. Malu kita ini sebagai orang berpendidikan. Kasus P3T ini sudah ditangani, ya kan? Kasus ini sudah ditangani kejaksaan,” tegas Kapolres di depan massa aksi.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!