Memberantas berita hoax melalui netralitas seorang jurnaliIstik

MENARAnews, Kab.Cianjur (Jawa Barat) – Semakin canggihnya teknologi, maka semakin mudah juga para jurnalis dan media “bodong” untuk mengirimkan informasinya ke media sosial yang mudah dijangkau oleh para netizen dan masyarakat luas, contohnya seperti WhatApps, Facebook, Twitter, Instagram, Path, Telegram dan masih banyak lagi.

Bertepatan dengan peringatan hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari, Yudi (Wasekum PA HMI Cabang Cianjur periode 2017-2018) menginginkan para junalis harus tetap menjaga indepedensi jurnalistik dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta tidak disalahgunakan untuk kepentingan kelompok pribadi.

“Sudah menjadi buah bibir untuk semua golongan masyarakat, bahwa berita hoax telah meraja lela serta telah mengintimidasi para pembaca untuk mempercayai berita hoax tersebut.” Ungkap Yudi

Beita bohong atau Hoax, memang sangat meresahkan dan merugikan bagi pihak perorangan atau kelompok yang tercantum dalam berita HOAX tersebut, dan akhir-akhir ini banyak sekali infomasi ataupun berita palsu (HOAX) yang mengkaitkan dengan isu pilkada, mengingat tahun 2018 merupakan tahun politik.

“Jadi untuk tahun ini (tahun 2018) menjadi santapan empuk bagi para jurnalis “bodong” untuk membuat berita bohong hoax dan mereka pasti berpegang teguh pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 Ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelanggaran penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, pasal keempat dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.” Tambah Yudi

Untuk itu penting bagi setiap pembaca berita tidak langsung percaya pada pemberitaan media tapi harus memperhatikan sudut pandang yang diberikan oleh media tersebut dan yang terpenting adalah netralitas dari Jurnalis dalam menjaga independensi jurnalisitik.

“Solusinya, para penggiat media sosial dan masyarakat awam harus kembali berfikir 2 kali, serta lebih berhati-hati jangan cepat percaya akan satu berita yang diterbitkan oleh salah satu media, karena mempercayai suatu berita harus dilihat dulu dari dua sudut pandang yang berbeda. Kemudian para junalis harus tetap menjaga indepedensi jurnalistik dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta tidak disalahgunakan untuk kepentingan kelompok pribadi.” Tutup Yudi (OR)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!