Mbak Anik: Buruh Ada yang Diperlakukan Seperti Anak Sekolah

MENARAnews, Semarang (Jateng) – “Buruh di Jawa Tengah identik dengan upah murah. Kami di Jateng memiliki serikat pekerja yang begitu kuat. Namun kami menilai bahwa aspirasi kami tidak diakomodir oleh Pemprov Jateng saat ini,” ungkap Ketua DPW FSPMI Jawa Tengah Aulia Hakim sore ini (28/2).

Hakim turut menambahkan, kehadiran rekan-rekan buruh dalam Diskusi Tematik Reboan bertema “Peran Buruh dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Jawa Tengah” yaitu agar aspirasi buruh dapat diakomodir oleh Pak Sudirman Said dan Bu Ida.

Disamping itu, anggota Dewan Pengupahan Kota Semarang Zainuddin menjelaskan, buruh di Jawa Tengah masih tertindas secara sistematis, terstruktur dan masif.

“Sebetulnya yang meng-kaya-kan pemerintah ini adalah buruh. Kajian kita, upah yang tinggi tidak mempengaruhi investasi,” kata Zaenuddin.

Mewakili buruh perempuan, KSPN Kota Semarang Anik menambahkan, peran ganda yang dimiliki buruh perempuan sebagai tulang punggung keluarga dan ibu rumah tangga, tidak membanggakan seperti dulu.

“Waktu lembur buruh sering digratiskan oleh perusahaan. Permasalahan lain ada tekanan-tekanan psikis dari kalangan perusahaan. Ada juga yang dihukum layaknya anak sekolah,” jelas Mbak Anik. (Ar)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!