Eggy Sujana : Keputusan Habib Rizieq Pulang Ditentukan Melalui Shalat Istikharah

Menaranews, Jakarta – Hampir setahun semenjak kepergian Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Arab Saudi. Mendekati momentum 21 Februari (212), animo masyarakat yang rindu terhadap sosok Imam Besar Umat Islam semakin menguat terutama yang disuarakan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Persaudaraan Alumni 212 dalam  hasil Rakernas tanggal 25 januari 2018 memberikan respon terhadap animo ummat islam indonesia dan akan mengupayakan pemulangan HRS ke indonesia.

Dalam konfrensi pers yang di laksanakan di kantor Law Egi Sujana and Partner (10/02/18) dipimpin langsung oleh Egi sujana Selaku Ketua Pelaksana Panitia Penjemputan Imam Besar (PPIB) menyampaikan agenda pemulangan HRS yang di rencanakan tanggal 21 Februari 2018.

“Karna animo besar dari ummat ingin habib pulang. Jadi harus di pahami bukan habib kepengen pulang atau minta untuk di lindungi tetapi ummat yang meminta beliau pulang. kita rencanakan beliau Pulang tanggal 21 Februari 2018 (212). Kenapa tanggal 21 karena bertepatan dengan jargon aksi 212 2016 kemaren” ungkap Eggy Sujana.

Lebih lanjut, Egi Sujana menerangkan sudah adanya komunikasi antara dirinya dengan HRS terkait keinginan ummat untuk HRS Pulang.

“Dalam kepulanganya pasti banyak pro kontra.Tapi Kita tidak boleh memaksa habib pulang ke indonesia karna kita harus menghargai hak privasi pendapat dan keyakinan habibnya sendiri terkait kepulanganya. Karena menyngkut peristiwa besar yang bisa terjadi. Karena ada yang mendukung ada juga yang menolak habib maka ada kemungkinan terjadinya konflik horizontal. Formulasinya sudah di terapkan saya sudah bicara ke habib dan habib memberikan jawaban mohon saya diberi kesempatan untuk sholat istikhoroh karna sedang dimekah maka lebih afdol isthikhoroh di depan kabbah” lanjutnya.

Egi sujana juga melalui konfrensi pers menegaskan agar pemerintah mau legowo dan bersama-sama ummat islam untuk menjemput HRS serta menghentikan segala kriminalisasi yang di tujukan kepada habib. Jagan sampai pemerintah melakukan penangkapan karna bisa memicu konflik yang besar.

“Apabila habib setuju pulang tanggal 21 maka sudi kiranya pihak pemrintah jokowi dan jajaranya polri untuk menghormati habib sebagai anak bangsa yang telah mengorbangkan dirinya demi mencegah pertumpahan darah antar anak bangsa” ungkap Egy yang juga menjabat sebagai penasehat hukum HRS.

Kalau akan diadakan penangkapan apabila habib datang ke indonesia dan dilakukan penangkapan maka jangan di salahkan jika ummat bergerak tanpa di komandoi. Maka pemerintah jika mau memerima dan menjemput sebaiknya jangan pura-pura.

Pada kesempatan yang sama, Daut Korlap PPIB menerangkan animo ummat muslim yang besar untuk bersama-sama menyambut  Daud mengajak kepada seluruh ummat islam untuk melalukan penyambutan di daerah-daerah dan menjaga kondusifitasnya.

“Kerinduan ummat akan menghasilkan ummat yang akan menyambut jutaan dan kondusif. Krn sudah di buktikan 7 juta orang di depan istana yg berjalan kondusif. Kita harapkan tidak semuanya tumpek di jakarta tetapi di daerah2 jg melakukan kegiatan yang sifatnya penyambutan yg suasana kondusif” pungkasnya. (AA)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!